Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bandit Bermodus Pecah Kaca Dua Kali Ditembak Polisi, Sempat Sembunyi di Loteng

Dedi Setiadi (24), warga Jalan Sedulur No 46 Medan melawan saat ditangkap petugas Unit Reserse Polsekta Medan Baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Bandit Bermodus Pecah Kaca Dua Kali Ditembak Polisi, Sempat Sembunyi di Loteng
Tribun Medan/Array A Argus
(kiri-kanan) Kanit Reskrim Polsek Medan Baru AKP Adhie Putranto Utomo (kemeja biru), Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, dan Kapolsekta Medan Baru Komisaris Ronni Bonic, saat menunjukkan barang bukti tersangka pencurian modus pecah kaca, Jumat (15/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dedi Setiadi (24), warga Jalan Sedulur No 46 Medan melawan saat ditangkap petugas Unit Reserse Polsekta Medan Baru.

Ia terlibat berbagai aksi pencurian bermodus pecah kaca, dan terpaksa ditembak dua kali di kaki oleh petugas karena berusaha melarikan diri.

Kaporesta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, didampingi Kapolsekta Medan Baru, Komisaris Ronni Bonic, menjelaskan bandit jalanan ini ditangkap berdasarkan laporan korbannya Wilson (27).

Dalam laporannya, Wilson mengaku kehilangan sejumlah uang dan barang berharga di dalam mobilnya yang terparkir di Jalan Waringin.

"Unit Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim, AKP Adhie Putranto Utomo, kemudian turun ke lokasi memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, didapati ciri-ciri tersangka," ungkap Mardiaz, Jumat (15/4/2016).

Setelah mendapatkan ciri-ciri tersangka, polisi menyebar ke berbagai tempat untuk menangkap tersangka.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat melakukan pengembangan di Jalan Sedulur, polisi mendapat informasi ada seorang pria yang ciri-cirinya sangat mirip dengan pelaku pencurian modus pecah kaca mobil.

"Tersangka ditangkap pada Kamis (14/4/2016) dini hari di kediamannya. Ia terpaksa ditembak dua kali di kaki kanan karena melawan dan berusaha melarikan diri," ungkap Mardiaz.

Dari hasil penangkapan ini, polisi menyita barang bukti sejumlah tas sandang, sejumlah buku tabungan, token dan berbagai benda berharga lainnya.

Dedi Sempat takut dan beberapa kali melompati loteng demi menghindari kejaran petugas.

"Ketika anggota masuk melakukan penangkapan di kediaman tersangka, yang bersangkutan bersembunyi di loteng. Lalu, ketika diminta turun tersangka melawan dan melompati loteng rumahnya menuju ke rumah tetangganya," imbuh Mardiaz.

Meski berusaha menghindari petugas, akhirnya tersangka berhasil diringkus setelah hampir satu jam bersembunyi.

"Waktu ditangkap, saya takut pak. Makanya saya mau lari. Saya enggak mau ditangkap lagi, makanya saya kabur," ungkap tersangka sembari memegangi kaki kanannya.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas