Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Tengah Tabligh Akbar PPP

Fadholi meminta polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Seorang simpatisan PPP meninggal akibat terkena lemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Pelemparan molotov terjadi saat massa beriringan pulang usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/04/2016) sore.

"Korban luka atasnama Taufan. Korban meninggal Didin Bolawen. Kedua korban warga Mlati, Sleman," ujar Ketua DPW PPP Yogyakarta Syukri Fadholi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/06/2016).

Ia menceritakan, usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman massa kembali ke rumah masing-masing.

Ketika melintas di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, tiba-tiba ada dua orang berboncengan sepeda motor melempar benda yang diduga bom molotov. Usai melempar, mereka melarikan diri.

"Bom mengenai Didin Bolawen dan Taufan yang saat itu berboncengan," kata dia.

Didin Bolawen yang berada di belakang (membonceng) meninggal dunia karena luka di bagian lehernya. Sementara, Taufan yang mengemudikan sepeda motor luka di bagian punggung.

"Jenazah Didin dibawa ke RSUP Dr Sardjito. Taufan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Akademik UGM untuk mendapat pertolongan," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Fadholi meminta polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku.

"CCTV dilokasi sudah kami serahkan ke kepolisian. Polisi harus mengusut dan menangkap pelakunya," ujar dia.

Fadholi menghimbau masa PPP tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun. Ia juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas peristiwa itu.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas