Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepergok Patroli Polisi, Begal Amatir Buang Senjata Lalu Tertembak

Hendra masih amatir sebagai begal, nyalinya cepat menciut melihat patroli polisi sehingga ia memilih kabur dan membuat senjata api rakitan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kepergok Patroli Polisi, Begal Amatir Buang Senjata Lalu Tertembak
Tribun Jambi/Dedi Nurdin
Ratusan butir peluru dan 366 senjata api rakitan dari masyarakat dan hasil operasi dimusnahkan di Polda Jambi, Jumat (4/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Polisi menangkap satu dari tiga orang yang membegal Alex Saputra (46) di Jalan Soekarno-Hatta, Alang-Alang Lebar, Selasa (19/4/2016) dini hari.

Seorang pria yang diamankan anggota Unit Kam Sat Intelkam Polresta Palembang adalah Dedek Gunawan alias Hendra (25), warga Jalan Panca Usaha Lorong Melati Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, sementara dua rekannya, yakni RD dan RN berhasil kabur.

Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso, mengatakan tertangkapnya Hendra bermula saat anggota tengah patroli di Jalan Sukabangun II Kecamatan Sukarami.

Saat berpapasan dengan anggota polisi, Hendra gugup hingga spontan membuang senjata api rakitan beserta empat butir amunisi yang ia bawa.

Bergegas polisi memburu Hendra dan mengamankannya sambil melepaskan tembakan ke kakinya.

Setelah menginterograsinya, polisi terkejut bahwa Hendra merupakan begal yang menggunakan senjata api rakitan terhadap korban Alex.

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi turut mengamankan motor Honda Revo nomor polisi BG 2172 UV milik Alex, senjata api rakitan berikut amunisinya.

"Hendra ini akan kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. Selain itu kita juga terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya," ujar Budi.

Berdasar keterangan tersangka, ia ia baru sekali membegal orang karena terlilit utang sebesar Rp 500 ribu.

"Saya juga diancam oleh RD, kalau tidak mau ikut aksi kejahatan tersebut saya akan ditembaknya, jadi saya ikut. Pistol itu juga bukan milik saya, tapi milik RD,‎" terang Hendra.

Sumber: Tribun Sumsel
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas