Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tarif Normal Rp 17 Ribuan Jadi Rp50 Ribu Gara-gara Sopir Bus Mogok

Para sopir angkot pun berusaha menarik calon penumpang yang tidak bisa naik bus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Tarif Normal Rp 17 Ribuan Jadi Rp50 Ribu Gara-gara Sopir Bus Mogok
surya/sri wahyunik
MOGOK LAGI - Beberapa bus PO Puspa Indah parkir di Terminal Landungsari, Kota Malang, Sabtu (23/4/2016). 

Laporan wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Beberapa angkutan kota memanfaatkan mogoknya bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Landungsari, Kota Malang, Sabtu (23/4/2016).

Ada 65 bus PO Puspa Indah yang mogok karena protes bus Patas PO Bagong yang menurunkan penumpang di luar terminal.

Para sopir angkot pun berusaha menarik calon penumpang yang tidak bisa naik bus.

Tarif yang dikenakan juga tarif kesepakatan mendadak. Untuk Landungsari - Jombang, mereka mematok tarif Rp 50.000 per orang.

Padahal jika memakai bus, berdasarkan tarif yang ditetapkan Dishub Provinsi, tarif Malang - Jombang hanya Rp 17.500.

Geta Apriliani, mahasiswi Universitas Brawijaya ini, satu dari sejumlah calon penumpang yang ditawari.

Rekomendasi Untuk Anda

Geta hendak berlibur di rumahnya di Nganjuk. Ia harus naik bus ke Terminal Jombang, untuk kemudian berganti bus.

"Ini ditawari naik angkot Rp 50.000 sampai Jombang. Mikir-mikir dulu," ujar Geta ragu-ragu.

Ia belum memutuskan untuk naik angkot tersebut. Apalagi kepulangannya ke Nganjuk bukan karena urusan mendadak. Karenanya, ia berpikir ulang untuk mengeluarkan uang Rp 50.000 tersebut.

Sedangkan Dwi Ayu dan ayahnya, Karsono serta temannya Ninin Triastuti, yang hendak ke Kediri akhirnya memilih naik kereta api.

Tiga orang itu sudah menunggu selama dua jam. Mereka berharap ada bus yang beroperasi setelah ada perundingan antar PO.

"Ternyata tetap tidak ada bus yang beroperasi," lanjutnya.

Ayu biasa naik bus untuk pulang berlibur ke rumahnya. Mahasiswi Universitas Negeri Malang itu, tidak mengetahui adanya pemogokan awak bus di Landungsari.

Karena tidak ada kejelasan, dan mereka sudah keleleran cukup lama, Karsono, Ayu dan Ninin memutuskan naik kereta api. Mereka harus kembali ke kawasan Malang Kota dan ke Stasiun Malang.

"Papa ini juga kena apes. Ke Malang maunya nengok saya, dan sekarang pulang bareng, lha kok malah kena aksi mogok bus ini," lanjut Ayu yang mengaku kecewa dengan pemogokan tersebut.(*)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas