Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Roadmap Wisata Joglosemar Dibagi 8 Cluster

Pengembangan kawasan pariwisata Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) yang digarap 12 BUMN langsung dikebut.

Roadmap Wisata Joglosemar Dibagi 8 Cluster
Tribunjogja.com/Agung Ismiyanto
Candi Borobudur 

Promosi yang dulunya dilakukan dilakukan secara terpisah, akan ditinggalkan. Nantinya, seluruh destinasi wisata akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Jateng dan DIY untuk promosi bersama.

“Tahun depan, kami akan memulai menyusun kalender even bersama. Target kami untuk Jateng dan DIY, akan mengusung enam even internasional,” katanya.

Pembentukan desa wisata juga akan dibuat. Untuk tahap awal, Edi mengaku akan menyiapkan 20 desa wisata tematik di sekitar Candi Borobudur.

Pembentukan desa wisata tematik yang akan terintegrasi Program Spirit Joglosemar, ditargetkan mencapai 100 desa wisata.

“BIla infrastruktur pariwisatanya sudah siap, pada 2018 ditargetkan kunjungan wisata bisa menembus 1,3 juta orang. Dan puncaknya sesuai target pemerintah pusat, kunjungan wisatawan asing bisa menembus angka dua juta orang pada 2019,” jelasnya.

Menpar Arief Yanya menegaskan critical factor yang apabila disentuh langsung sukses di kawasan Joglosemar adalah akses.

Bandara Adi Sucipto Jogjakarta itu selain runwaynya kurang panjang dan kurang lebar, terminalnya juga masih jauh dari standar untuk menampung target 2 juta wisman di 2019.

"Sambil menunggu solusi bandara, memang harus diaktifkan connecting 3 kota, jogja solo semarang. Ketiga bandaranya harus di connect, sehingga mau ke mana saja bisa dari 3 kota itu," jelas Arief Yahya.

Tetapi, akses darat atau tol yang mengkoneksi segitiga emas itu juga harus lancar. Sehingga paket Joglosemar itu bisa naik dari dan lewat ketiga kota itu.

"Kalau soal atraksi? Jangan tanya lagi, pusatnya budaya itu ada di sini ini, simpul Joglosemar," kata dia.

Sedangkan soal amenitas, jika akses dan atraksi sudah tersedia, tinggal mengatur saja, pemerintah. Swasta akan lebih cepat bergerak.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas