Berantas Narkoba, Khofifah Libatkan Ustazah NU
Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ustazah NU di Jabar itu nantinya bertugas untuk menyampaikan pesan tentang kewaspadaan bahaya narkoba.
Penulis:
Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor:
Wahid Nurdin
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kementerian Sosial menggandeng ustazah di lingkungan NU Jawa Barat untuk menjadi agen pemberantasan narkoba.
Agen pemberantasan narkoba itu dinamai Laskar Antinarkoba Muslimat NU.
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, ustazah NU di Jabar itu nantinya bertugas untuk menyampaikan pesan tentang kewaspadaan bahaya narkoba.
Selain itu, para laskar antinarkoba itu akan memberikan langkah-langkah antisipasi terhadap umat jika terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
"Mereka nanti akan hadir di berbagai even, mereka keliling. Halal bihalal keliling, ceramah Ramadan keliling. Tugas mereka strategis untuk menjadi juru bicara untuk say no to drug," ujar Khofifah di kantor PW NU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Minggu (8/5/2016).
Khofifah menyebut, keterlibatan ustazah NU dalam pemberantasan narkoba itu tak hanya di Jabar saja. Menurutnya, ustazah NU di seluruh Indonesia juga dilibatkan untuk menjadi laskar antinarkoba.
"Mereka akan disiapkan laskar di setiap desa/ranting tiga sampai lima orang. Jadi serentak akan dilantik pada 21 Mei 2016 di Jombang. Habis Ramadan semua cabang sudah dilantik. Sekarang baru deklarasi," ujar Khofifah.
Khofifah menambahkan, rumah ustazah yang menjadi laskar antinarkoba akan dipasang stiker khusus. Stiker itu menyebutkan jika keluarga di rumah ustazah yang menjadi laskar antinarkoba bebas narkoba.
"Ini akan menjadi stimulan positif bagi tetangga kanan dan kiri. Kekuatan besar kalau bergerak bersama dan menjadi sinergi positif apakah dengan BNN atau elemen lain," kata Khofifah. (cis)