Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Berasal dari Anak Kampung, Akom tak Menduga Jadi Calon Ketum Golkar

Selama mengenyam pendidikan di SD dan SMP telah menyusuri pematang sawah sejauh 7,5 kilometer dan menjadi santri di pesantren NU yang tradisional.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Berasal dari Anak Kampung, Akom tak Menduga Jadi Calon Ketum Golkar
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
Ade Komarudin, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Hotel Grand Angkasa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (9/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kandidat calon Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Ade Komarudin tidak menduga jadi kandidat calon ketua lantaran berasal dari sebuah perkampungan di Jawa Barat.

"Pagi ini, sangat istimewa bagi saya karena harus saya akui saya tidak menyangka sama sekali perjalanan karir saya berjalan sampai tahap ini. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya saat ikrar di Jogyakarta. Saya adalah anak seorang petani yang juga kepala KUA dari kampung Banteng Purwakarta, Jawa Barat," katanya saat memaparkan visi dan misi kampanye di Hotel Grand Angkasa, Senin (9/5/2016).

Dia menambahkan, selama mengenyam pendidikan di SD dan SMP telah menyusuri pematang sawah sejauh 7,5 kilometer dan menjadi santri di pesantren NU yang tradisional.

"Visi saya menuju "Satu Golkar untuk Indonesia". Saya sangat bersyukur,  Indonesia dan partai Golkar sangat bermurah hati, semua warganya diperlukan setara dari manapun asal suku, agama, warna kulit kaya dan miskin," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sangat yakin kisah perjalanan karirnya di partai Golkar bagian dari kisah Indonesia yang lebih besar.

Baginya, anak petani dari sebuah sudut Indonesia teryata bisa mendapat posisi startegis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bahkan kini saya mendapatkan kesempatan untuk memberi kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan bersama. Karena itu, saya merasa sangat berutang budi pada partai," katanya.

Tidak hanya itu, ia juga berutang budi kepada anggota dan pemilih partai Golkar serta DPP partai Golkar yang sudah membesarkan karir politiknya.

"Saya juga berutang budi kepada DPP Partai Golkar yang membesarkan saya serta kepada para senior yang telah membimbing saya seperti di antaranya Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Soehardiman dan Agung Laksono," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas