Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa SMP Ini Pilih DO dari Sekolah Agar Bisa Nongkrong Bersama Komunitas Punk

Dinas Pendidikan mencari siswa yang masuk anggota punk namun karena nongkrong berpindah-pindah, siswa tersebut tidak pernah ditemukan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Surya Malang,  David Yohanes

TRIBUNNEWS.COM, MALANG  - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mencatat sebanyak 147 siswa SMP di Kabupaten Malang memilih mundur dan tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) yang digelar 9 Mei hingga 12 Mei 2016 kemarin.

Alasannya para siswa memilih untuk bekerja daripada menyelesaikan pendidikannya dan  ada siswa yang dropout (DO) karena pergaulan yang salah.

"Ada siswa yang masuk dalam pergaulan punk. Dia tidak mau sekolah, dan memilih nongkrong bersama komunitasnya di perempatan Kepanjen," ungkap Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Puji Hariwati, Jumat (13/5/2016).

Pihak keluarga pun tidak mengetahui pergaulan anaknya di luar rumah.

"Orang tua hanya bilang, anaknya bergaul dengan anak-anak kumuh berpakaian hitam. Setelah kami lacak, dia bergabung dengan komunitas punk," tambah Puji.

Dinas Pendidikan juga sudah mencari siswa tersebut namun karena tidak selalu nongkrong di satu tempat, siswa tersebut tidak pernah ditemukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Diakuinya, siswa yang mundur rata-rata memiliki motivasi rendah.

Selain itu, pihak keluarga juga tidak mempunyai kesadaran pentingnya pendidikan.

Meski demikian, pihaknya masih berusaha merangkul para siswa tersebut.

“Kami sampaikan kepada keluarganya, kapan pun kalau siswa tersebut ingin meneruskan sekolahnya, bilang kepada kami. Kami akan fasilitasi sampai mereka lulus,” tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas