Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wali Kota Banjarmasin Targetkan 2500 Wirausahawan Baru Dalam 5 Tahun

Ia pun sudah mendorong SKPD di Pemko Banjarmasin untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Wali Kota Banjarmasin Targetkan 2500 Wirausahawan Baru Dalam 5 Tahun
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Jilid II Potensi Ekonomi di Kalimantan Selatan , Selasa (17/5/2016) 

Laporan wartawan Banjarmasin Post, Rahmadhani

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan, peluang industri kreatif di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin sangat terbuka.

Selain industri pariwisata yang makin digalakkan, dimana 31 destinasi wisata baru di Kota Banjarmasin yang mulai digemakan, industri alternatif macam pengembangan ikan papuyu dan sentra jamur terus digalakkan.

"Jamur kita upayakan bisa menggantikan usaha kayu masyarakat Alalak. Seperti kita tahu, kayu pun saat ini juga tidak lagi bagus," katanya saat menjadi pembicara dalam 'Diskusi Publik Jilid II Potensi Ekonomi di Kalimantan Selatan', Selasa (17/5/2016).

Ia pun sudah mendorong SKPD di Pemko Banjarmasin untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru dalam lima tahun ke depan.

"Target kita 2500 wirausaha baru dari Kota Banjarmasin bisa tumbuh. Kita juga ajak perguruan tinggi dan perbankan untuk support," katanya.

Potensi dan peluang ekonomi Kalimantan Selatan melalui industri kreatif bakal dikupas tuntas oleh sejumlah pakar dalam 'Diskusi Publik Jilid II Potensi Ekonomi di Kalimantan Selatan' yang digelar Banjarmasin Post, Selasa (17/5/2016) siang di Launc Lantai 26 Aston Grand Banua.

Menarik melihat tema yang diambil, yakni 'Industri Kreatif dalam Menciptakan Peluang Ekonomi Baru di Kalsel'.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam dunia ekonomi industri kreatif dijadwalkan hadir dan memberikan pandangannya dari berbagai sisi, seperti dari pemerintahan, perbankan, asosiasi perdagangan, serta para pelaku industri kreatif Kalsel.

Diskusi publik ini sendiri menindaklanjuti dari hasil diskusi publik jilid pertama yang juga digelar Bpost awal tahun lalu, dimana industri kreatif menjawab lesunya industri unggulan Kalsel di sektor tambang dan perkebunan. (*)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Wahid Nurdin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas