Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Korban Banjir Sibolangit Mengamuk di RS Bhayangkara

Pihak keluarga almarhum merasa dipersulit oleh pihak rumah sakit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Keluarga Korban Banjir Sibolangit Mengamuk di RS Bhayangkara
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Keluarga almarhum Zulhamdi, korban banjir bandang saat mengamuk di RS Bhayangkara Medan. Pihak keluarga meminta rumah sakit untuk membawa jenazah ke rumah duka 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Keluarga almarhum Zulhamdi Sakti Wibisana (21), korban banjir bandang di air terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang mengamuk di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Pihak keluarga almarhum merasa dipersulit oleh pihak rumah sakit.

"Dari tadi kami minta izin membawa jenazah, tapi alasannya rapat. Sampai saat ini, mereka enggak juga selesai rapat," teriak seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja hijau, Rabu (18/5/2016) siang.

Menurut pria berlobe putih tersebut, awalnya pihak keluarga diminta menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) korban.

Setelah KTP diberikan, pihak rumah sakit kembali meminta ijazah sekolah korban.

"Semua yang diminta sudah kami kasih. Apalagi yang kurang. Mayat sudah dimandikan. Kenapa enggak dikasih bawa," teriak pria tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan, jenazah kemanakannya itu sudah empat hari di rumah sakit. Bahkan, katanya, jenazah Zulhamdi sudah mulai membusuk.

"Enggak kasihan kalian nengok mayatnya ini. Ini bukan binatang. Tau kalian," senggak pria tersebut sembari memarahi sejumlah petugas rumah sakit.(*)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas