Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Operasi Tinombala Temukan Satu Anggota Kelompok Santoso yang Tewas

Rudi menjelaskan, dua orang anggota kelompok Santoso itu, semula hendak di evakuasi pada 17 Mei.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Valdy Arief
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Operasi Tinombala Temukan Satu Anggota Kelompok Santoso yang Tewas
Valdy Arief/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Sulawesi Tengah sekaligus Penanggungjawab Operasi Tinombala, Inspektur Jenderal Rudi Sufhariadi menyebutkan pada Selasa (24/5/2016), jajarannya telah mengevakuasi satu jenazah dari kawasan pegunungan di Poso.

Mayat yang diduga merupakan anggota kelompok teroris pimpinan Santoso, pertama kali ditemukan warga yang melapor ke pos polisi.

Jenazah yang ditemukan dalam keadaan hampir seluruh tubuhnya terkubur, diduga merupakan korban lain dari dua korban tewas pada kontak senjata saat upaya perburuan Santoso pada 15 Mei silam.

Rudi menjelaskan, dua orang anggota kelompok Santoso itu, semula hendak di evakuasi pada 17 Mei.

Namun, kembali ada penyerangan dalam proses evakuasi.

"Pada akhirnya kemarin (24/5) ditemukan jenazah masyarakat. Kakinya terlihat sedang tubuhnya terkubur, dilaporkan ke pos, dilakukan evakuasi," kata Rudi Sufhariadi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Tubuh yang ditemukan terakhir kali itu, diduga Rudi, merupakan korban baku tembak

Rekomendasi Untuk Anda

Korban baku tembak yang berciri memiliki tahi lalat di bawah mata kanan, kini tengah menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah.

Meski demikian, dari data daftar pencarian orang kelompok Santoso, Rudi menduga jenazah itu bernama Sucipto.

Hal itu disimpulkan Rudi karena DPO tersebut merupakan satu-satunya yang memiliki tahi lalat di bawah mata kanan.

"Tapi karena jenazah sudah agak rusak kami harus tes DNA dan keluarganya nanti akan datang ke Palu. Kami akan cek lagi," kata Rudi.

Sedangkan jenazah lain yang telah dievakuasi terlebih dahulu diduga kuat bernama Taufik asal Jawa dan Ikrima asal Malino, Poso.

Setelah tewasnya dua DPO itu, Rudi menuturkan masih tersisa 22 orang kelompok teroris pimpinan Santoso yang bersembunyi pegunungan Poso.

Dia juga kembali menegaskan pihaknya siap menampung Santoso dan anggotanya jika ingin menyerahkan diri.

"Dua minggu lalu sudah ada maklumat kepada kelompok Santoso kalau ingin menyerahkan diri kami siap," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas