Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bawa Senjata Buatan Pindad, Dua Anggota Polisi Merampok Mobil

Brigadir Jardo Rido Subriman alias Rido (30) bersama Polisi Hutan, Ali Amran, kompak merampok mobil Honda HRV BK 1052 VP.

Bawa Senjata Buatan Pindad, Dua Anggota Polisi Merampok Mobil
Tribun Medan/Array A Argus
Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal, Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, serta Wakasat Reskrim, AKP Arfin Fachriza menunjukkan senjata laras panjang buatan PT Pindad yang digunakan polisi dan polisi hutan merampok mobil di Jalan Brigjen Katamso pada 2 Mei 2016. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Brigadir Jardo Rido Subriman alias Rido (30) bersama Polisi Hutan, Ali Amran, kompak merampok mobil Honda HRV BK 1052 VP.

Kedua polisi yang merampok mobil di Jalan Brigjend Katamso pada 2 Mei 2016 ditangkap bersama tiga temannya berdasarkan laporan korban, Ihmastian Chairandi Siregar.

"Menurut penuturan korbannya, mereka dipepet di kawasan Jalan Brigjend Katamso. Di dalam mobil HRV ada lima orang korban dua di antaranya perempuan," ujar Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, Jumat (27/5/2016).

Setelah menyetop mobil korban, pelaku Andrian Samosir (29), Joko Sunarto (52) dan Zulkifli (42) turun dari mobil Avanza dan menyaru sebagai petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan.

"Lalu dua orang wanita yang ada di dalam mobil HRV diturunkan di TKP pertama," ungkap Mardiaz.

Tiga orang korban laki-laki lainnya di dalam mobil dibawa para pelaku ke seputaran pintu tol H Anif. Di sana, para pelaku meminta ketiga korban turun dari mobil.

"Setelah para korban turun dari mobil, para pelaku membawa kabur mobil hasil rampasannya. Mereka pergi ke rumah tersangka AA di Jalan Menteng," ungkap Mardiaz.

Pascamenerima laporan korban, Satreskrim Polresta Medan langsung menyelidiki kasus ini. Pada Kamis (26/5/2016) malam, masing-masing tersangka diketahui polisi.

"Mereka semua ditangkap di rumah AA. Untuk saat ini kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut," terang Mardiaz.

Dalam kasus ini, polisi menyita dua unit mobil beserta satu senjata laras panjang jenis PM 1 Pindad, dengan peluru aktif sebanyak 24 butir.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas