Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyaknya Selundupkan Narkoba, Kapolresta Barelang Protes Keras ke Malaysia

Banyaknya Narkoba yang masuk ke Indonesia melalui Malaysia membuat Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika Geram.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Banyaknya Selundupkan Narkoba, Kapolresta Barelang Protes Keras ke Malaysia
Tribun Batam/Eko Setiawan
Satnarkoba Polresta Barelang menangkap Isruliansyah (29) dan Tarmizi (39) di kawasan Patam Lestari, Sabtu (28/5/2016) dinihari. 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Banyaknya Narkoba yang masuk ke Indonesia melalui Malaysia membuat Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika Geram.

Selama ini, semua hasil tangkapan masuknya dari negara Malaysia.

Maka dari itu, Helmy mengajukan protes keras kepada pemerintah Malaysia yang seolah cuek dengan kegiatan pengiriman barang haram masuk ke Indonesia.

"Selama ini banyak sabu yang masuk dari Malaysia. Kita akan melakukan protes keras kepada pemerintahan Malaysia."

"Sebab Narkoba ini bukan hanya musuh Indonesia saja, tetapi musuh kita bersama," sebut Helmy dengan nada tinggi, Minggu (29/5/2016) siang.

Apalagi dinegara Malaysia hukuman dan peraturan yang dikeluarkan sangat ketat. Dari mulai penjara hingga hukuman gantung.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi kenapa seakan-akan pemerintah Malaysia seolah melos kan saja setiap peredaran narkoba yang keluar dari negara mereka.

"Jangan mereka berfikir dinegara mereka aman dan diluar negara mereka Masabodo. Narkoba ini musuh kita bersama bukan musuh Indonesia saja," sebut Helmy lagi.

"Tentunya perlu ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia untuk sama-sama memberantas narkoaba," terangnya lagi.

Kemarahan Helmy tidak sampai disitu saja, ia juga geram melihat semua Bandar sabu yang ketangkap selama ini.

Pasalnya, sebagai pengedar mereka tidak menggunakan barang haram ini.

"Itu artinya mereka tahu kalau barang itu sangat merusak manusia. Tetapi dia tetap menjualnya."

"Saya maunya nanti para bandar ini kita masukin 15 pil ekstasi atau sabu itu kemulutnya. Biar dia tahu rasa bagai mana rasanya bahaya narkoba itu," tukasnya. (Koe)

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas