Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Pangdam Bantah Menakut-nakuti Siswa Sekolah Cinta Budaya

Mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI (Purn) Burhanudin Siagian membantah menakut-nakuti Sekolah Cinta Budaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Mantan Pangdam Bantah Menakut-nakuti Siswa Sekolah Cinta Budaya
Tribun Medan/Array A Argus
Mantan Pangdam I/BB, Mayjen TNI (Purn) Burhanudin Siagiaan dan pengacaranya Muhajirin Tohir saat memberi keterangan di Wisma Benteng, Medan, Senin (30/5/2016), terkait sengketa lahan di Desa Medan Estate, Deliserdang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI (Purn) Burhanudin Siagian membantah menakut-nakuti Sekolah Cinta Budaya.

Ia menolak keras disebut pembuat onar, dan menghalangi proses belajar mengajar di Sekolah Cinta Budaya yang berdiri di atas tanah miliknya.

"Saya tegaskan, saya tidak pernah menghalangi siswa masuk ke sekolah. Jika masalah tembok yang dipersoalkan, itu tanah saya. Jadi wajar saya membangun tembok di dekat sekolah itu," ujar Burhanudin kepada wartawan, Senin (30/5/2016).

Ia sangat mendukung proses belajar mengajar di Sekolah Cinta Budaya, meski sekolah itu berada di atas tanah yang diklaim sebagai miliknya. Selama mengemban jabatan di TNI, Burhanudin pernah menjadi tenaga pendidik.

"Kalau saya dikatakan sebagai penghalang pendidikan itu tidak benar. Saya ini pernah menjadi Komandan Seskoad. Seskoad itu adalah wadah untuk membentuk pemimpin-pemimpin TNI," kata Burhanudin.

Ia mengatakan, persoalan tembok yang dibangunnya di dekat sekolah Cinta Budaya juga tidak menghalangi kendaraan yang masuk.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bukan berarti tembok itu menghalangi siswa. Saya sendiri paham, makanya saya kasih ruang hingga bisa dilintasi dua mobil di sana," ujar dia.

Dalam kasus ini, Burhanudin juga sempat dipanggil Polda Sumut. Ia mengatakan, dirinya pun hadir sebagai warga negara yang patuh hukum.

"Setiap dipanggil, saya hadir. Bukan berarti saya mantan Pangdam saya bisa suka-suka hati. Tidak sama sekali," Burhanudin menegaskan.

Hingga saat ini lahan seluas 2,3 hektare yang di atasnya telah berdiri sekolah warga keturunan terus menjadi sengketa. Burhanudin mengklaim tengah mengurus sertifikasi tanah itu ke Badan Pertanahan Nasional Deliserdang.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas