Tribun

Istri Rektor UIN Walisongo Ini Pernah Nangis ketika Harus Hafal Alquran

Suasana sepi menyelinap tatkala memasuki pekarangan sebuah rumah di Jalan Pringgodani, Bangetayu Wetan, Kota Semarang.

Editor: Sugiyarto
Istri Rektor UIN Walisongo Ini Pernah Nangis ketika Harus Hafal Alquran
tribun jateng
MufidahMuhidin 

"Alhamdulillah, banyak anak-anak yang ikut mengaji bahkan sudah hafiz. Lambat laun, suasana jadi adem," ucap ibu empat anak ini.

Menurut Mufidah, Allah mempermudah langkahnya memberi pencerahan sebab penduduk kampung menerima dan tidak ada perlawanan.

"Ibu-ibu malah senang saya cerita sejarah nabi atau ceramah tentang tema yang sesuai isu hangat, semisal pelecehan seksual pada anak yang saat ini marak," imbuh Mufidah.

Dari melayani warga, Mufidah mendirikan Pondok Pesantren Putri bernama Al-Firdaus. Dia berharap, kelak, santriwati lulusan pondok tersebut merasakan nikmat surga.

Sebenarnya, tak pernah terbersit di benak Mufidah untuk mendirikan pondok pesantren di rumah yang ditinggali bersama suami sejak 1996.

Pada tahun 2000, rumah Mufidah sering kedatangan tamu yang ingin menimba ilmu, bahkan mereka sampai menginap.

"Pak Kiai berkata, bila ada orang yang datang mencari ilmu maka itu panggilan Allah untuk mendidik. Sejak saat itu, saya niatkan lillahita'ala mendirikan pondok pesantren," tutur Mufidah.

Mengelola pondok pesantren yang dihuni beragam karakter tentu memberi tantangan. Kendati demikian, wanita yang berasal dari Purwodadi ini sabar menuntun santriwati dari berbagai latar belakang, mulai pekerja, mahasiswa juga pelajar.

Sampai saat ini, Mufidah sudah meluluskan ratusan hafiz atau penghafal Alquran.

"Saya selalu menyarankan pada santriwati agar meneruskan pendidikan lebih tinggi sebab di beberapa perguruan tinggi ada beasiswa bagi hafiz, sayang bila tidak dimanfaatkan," katanya.

Memasuki bulan Ramadan, wanita yang aktif di Masjid Agung Jawa Tengah ini berharap, jamaah selalu aktif menimba pahala serta tarawih sampai akhir Ramadan.

"Fenomena yang sering terjadi, satu sampai dua minggu bulan Ramadan, masjid penuh. Namun, memasuki minggu ke tiga dan terakhir, sudah tidak fokus lagi," ujar Mufidah. (dni)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas