Api Membakar Gudang Tiner Ketika Tersambar Hawa Panas Mesin Pemanas
Api mulai membesar ketika hawa panas mesin pengering yang digunakan Kartini untuk menyegel tiner kemasan kaleng lebih kecil tersambar percikan api.
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Surya, Samsul Hadi
SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Lantaran panik Ignasius Bani (21) bergegas lari begitu melihat percikan api menyambar tetesan tiner di gudang PT Elok Jaya Utama, Selasa (7/6/2016).
Dalam hitugan detik, pemuda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Timur melihat api semakin membesar dan menghanguskan isi gudang tiner di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, tempatnya bekerja.
"Saya tidak sempat menyelamatkan barang milik saya. Ruangan langsung penuh api. Saya lari keluar dan mbaknya (Kartini) lari ke belakang," Ignasius bercerita detik-detik api melahan isi gudang.
Ketika kebakaran terjadi ada dua orang di dalam gudang tiner yakni Ignasius dan Kartini. Keduanya adalah pekerja di gudang tiner tersebut.
Kartini tewas dalam posisi jongkok di dalam kamar mandi di belakang gudang saat api mulai membesar. Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, Ignasius dan Kartini baru saja memulai aktivitas.
Mereka memindahkan tiner dari drum ke kaleng. Drum berisi 200 liter tiner itu dikemas ulang ke kaleng ukuran satu liter dan 0,5 liter untuk dijual eceran.
Kaleng yang sudah berisi tiner kemudian disegel. Keduanya menggunakan hair dryer untuk merekatkan segel di kaleng.
Nahas, ketika Kartini merekatkan segel menggunakan hair dryer di kaleng berisi tiner tiba-tiba muncul percikan api dan secara cepat menjalar memenuhi ruangan.
"Api cepat membesar karena di dalam ruangan penuh uap tiner. Selain itu juga ada ceceran tiner di lantai," sambung Ignasius.
Lantaran panik kedua pekerja itu lari meninggalkan lokasi. Ignasius lari keluar gudang, sedangkan Kartini malah lari ke belakang.
Padahal di belakang buntu tidak ada pintu keluar. Kartini terjebak di belakang karena api terus membesar. Ia pun akhirnya tewas di dalam kamar mandi.
"Begitu saya keluar gudang terjadi ledakan. Api semakin besar. Si mbak tidak berani menerobos api. Saya memanggil-manggil dia tapi tetap tidak berani keluar," beber dia.
Semua baju dan uang tabungan yang disimpan di kaleng milik Ignasius yang tak sempat ia selamatkan ikut hangus terbakar. Harta yang tersisa hanya celana pendek dan kaus singlet yang menempel di badan.
"Saya benar-benar panik, pikiran saya hanya menyelamatkan diri," ia mengulang.
Bangunan gudang tiner berbentuk leter L. Lebar depan gudang sekitar tiga meter dan panjang ke belakang sekria 15 meter. Di belakang gudang memanjang ke samping sekitar enam meter.
Di depan gudang terdapat drum-drum berisi tiner. Lokasi ini digunakan untuk memindahkan tiner ke kaleng. Sementara lokasi tengah untuk menyimpan tiner yang sudah dikemas ke kaleng.
Sedangkan di belakang gudang terdapat kamar mandi dan kamar tidur. Para karyawan tiap hari tidur di gudang tersebut. Gudang itu tidak memiliki dinding sendiri.
Gudang itu memanfaatkan dinding bangunan di kanan kirinya. Pemilik hanya menutup atap gudang menggunakan seng.
Abdurrahman, warga yang tinggal di samping gudang tiner, mengatakan sempat melihat Kartini keluar gudang. Entah kenapa korban kembali masuk ke gudang dan terjebak di dalam sementara api membesar.
"Mungkin dia mau mengambil barangnya," Abdurrahman menduga.
Warga pernah memprotes keberadaan gudang tiner tersebut lantaran baunya mengganggu penciuman. Selama ada gudang tiner di sana warga merasa tidak nyaman.
"Gudang ini untuk memindahkan tiner dari drum ke kaleng. Bau tinernya sampai ke rumah warga," ungkap Abdurrahman.
Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Albertus Djoko DH, mengatakan pernah menegur aktivitas di dalam gudang. Setiap kali datang ke gudang, ia tak pernah bertemu pemiliknya.
"Gudang ini sudah lama, sudah 20 tahunan. Sudah lama juga warga mengeluhkan gudang itu, tapi tetap saja beroperasi," sambung Albertus.