Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anggota DPRD Bali Tak Terima Anaknya Ditelantarkan Polisi Usai Ditilang

Terkait dengan penilangan anaknya yang bernama Dewa Komang Derdy Antoni (16) Nyoman Rai menyerahkan proses penegakan hukum ke pihak kepolisian.

Anggota DPRD Bali Tak Terima Anaknya Ditelantarkan Polisi Usai Ditilang
Istimewa
Kendaraan motor Ninja 250 CC warna kuning hitam yang ditilang saat berada di Pintu Tol Bali Mandara, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (8/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Seorang anggota dewan Komisi I DPRD Provinsi Bali memaki-maki instansi kepolisian lantaran anaknya ditilang di Pintu Tol Bali Mandara, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (8/6/2016).

Padahal, menurut data yang disampaikan Aiptu Made Arnawa, anak DPRD tersebut diboncengkan Dwi Agung Rama Putra yang ditilang.

Dua pengendara yang memakai motor Ninja 250 CC kuning hitam ini juga diketahui tak memasang dua pelat nomor, tak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dewa Nyoman Rai membenarkan anaknya terkena tilang di Tol Bali Mandara.

Terkait dengan penilangan anaknya yang bernama Dewa Komang Derdy Antoni (16) ia menyerahkan proses penegakan hukum ke pihak kepolisian.

Tetapi ia tidak terima ketika anaknya ditelantarkan begitu saja oleh anggota polisi bernama Aiptu Made Arnawa karena menelantarkan anaknya sendirian di ujung Tol Bali Mandara.

"Soal penegalan hukum saya nggak masalah, silakan diproses. Tapi jangan anak-anak ditelantarkan di tol ini, kalau kenapa-kenapa nanti anak saya bagaimana?" jelasnya melalui telepon, Denpasar, Bali, Rabu (8/5/2016).

Ia pun mengatakan tugas kepolisian adalah mengayomi masyarakat, tetapi kenyataannya polisi tidak menjalankan prosedur dengan tepat.

Oleh karena itu ia tidak terima dengan sikap dari polisi yang menilang anaknya.

"Saya mendukung langkah-langkah penegakan hukum. Apapun pelanggarannya, untuk penegakan hukum saya dukung. Tetapi ini sudah dikasih surat tilang, motornya dibawa, anak saya ditelantarkan. Itu ngga pake etika ditelantarkan di ujung tol Nusa Dua," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas