Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Maling Sikat Harta Senilai Rp 200 Juta

Perumahan Perak, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro diobok-obok pencuri.

Maling Sikat Harta Senilai Rp 200 Juta
Bangka Pos/Deddy Marjaya
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Perumahan Perak, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro diobok-obok pencuri.

Korban pencurian yang juga memiliki rumah di perumahan tersebut adalah pasangan suami istri Yudo Pranoto dan Lisa Mustikawati.

Pembantu rumah tangga Yudo, Khotijah adalah orang yang pertama kali mencurigai ada bekas pencurian yang terjadi pada Selasa (7/5/2016) diperkirakan sekitar pukul 16.30. Waktu itu, Khotijah akan membersihkan rumah Yudo.

Ternyata, pintu utama rumah sudah dalam kondisi terbuka dengan engsel pintu rusak diduga karena dicongkel.

Melihat kondisi engsel pintu rusak, ia melaporkan kepada pemilik rumah, yakni Yudo dan Lisa yang sedang berada di Surabaya untuk menghadiri acara keluarga.

“Tadi dapat informasi rumah saya sedang kemalingan,” ujar Yudo yang sudah tiba di rumahnya.

Setiba di rumahnya, Yudo mengecek barang-barangnya, termasuk mengecek beberapa pintu kamar sudah terbuka. Ia terkejut ketika melihat laci lemri di dalam kamar tidurnya berantakan.

Beberapa perhiasan berupa cincin, kalung, liontin, dan berlian dipekirakan seharga ratusan juta raib. Begitu pula uang kertas dalam bentuk rupiah senilai Rp 7 juta dan uang kertas dolar Singapura yang dikurskan rupiah senilai kurang lebih Rp 10 juta.

"Perkiraan saya, total senilai Rp 200 juta yang diambil pencuri," imbuh Yudo.

Sementara itu, Kapolsek Bojonegoro, AKP Usman menyatakan mendapat laporan pencurian tersebut pada malam hari.

Ia lalu mengerahkan anggotanya dan koordinasi dengan tim identifikasi Polres Bojonegoro untuk memeriksa rumah Yudo.

“Kami sekarang masih menyelidiki pencurinya,” terang Usman yang turut di memantau pemeriksaan di rumah Yudo.

Ia menyebut, akhir-akhir ini, pencurian seringkali dilakukan pada siang hari dan dalam kondisi sasaran sepi. Pencuri biasanya berpura-pura menjadi tamu atau menawarkan barang dagangan. Setelah mengetahui rumah kosong, ereka beraksi.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat meninggalkan rumah,” katanya. 

Ikuti kami di
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas