Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tembing Setinggi Lima Meter Ambruk Saat Nurhayati dan Keluarga Tunggu Berbuka

"Saya sekeluarga lagi mau buka puasa. Tiba-tiba ada suara gemuruh kenceng banget dari belakang. Ternyata tebing di belakang rumah roboh,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tembing Setinggi Lima Meter Ambruk Saat Nurhayati dan Keluarga Tunggu Berbuka
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Sebanyak 29 warga RT 02/04, Kelurahan Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat harus mengungsi setelah rumahnya diterjang longsor, Selasa (7/6/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Puasa tahun ini harus dijalani 29 warga dengan kondisi memprihatinkan.

Mereka adalah Warga RT 02/04, Kelurahan Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Tebing dengan tinggi sekitar lima meter yang berada di belakang rumah mereka ambruk, Selasa (7/6/2016) sore, sekitar pukul 17.30 WIB.

Tebing yang terbuat dari material batu dan beton ini ambruk saat hujan deras melanda Kota Bogor.

Seorang warga, Nurhayati (50) mengatakan, peristiwa longsornya tebing terjadi sesaat sebelum buka puasa.

"Saya sekeluarga lagi mau buka puasa. Tiba-tiba ada suara gemuruh kenceng banget dari belakang. Ternyata tebing di belakang rumah roboh," kataya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (8/6/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Tebing yang runtuh menutupi selokan di belakang rumahnya, akibatnya arus air yang sedang deras masuk ke dalam rumahnya.

Air selokan masuk ke dalam rumahnya hingga setinggi 50 cm.


TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana

"Kasur sama pakaian saya di lemari gak sempet diselametin, basah semua. Saya juga pas buka ya seadanya, cuma minum terus beres-beres lagi," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, bagian belakang rumahnya rusak ringan.

Namun, yang terparah dialami rumah anaknya, Yusuf (40) yang tepat berada di sampingnya.

"Rumah anak saya sampai jebol tembok belakangnya. Mesin cuci, kulkas, sama peralatan makan kebawa hanyut semua," ujarnya.

Kini, ia dan kesembilan anaknya harus mengungsi di rumah tetangga dan saudaranya.

Sahur dan berbuka pun harus menumpang karena ia masih belum berani tinggal di rumah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas