Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Serempetan di Jalan, Dewa Artawan Dihunjam Senjata Bertubi-tubi

Melihat lawannya menggunakan senjata, Artawan pun berlari ke arah utara, masuk ke Gang Kabetan sampai akhirnya bermuara di rumah warga.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Gara-gara Serempetan di Jalan, Dewa Artawan Dihunjam Senjata Bertubi-tubi
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Ratusan warga menyaksikan jalannya pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap Dewa Gede Artawan, Kamis (9/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Pra-rekonstruksi pembunuhan Dewa Gede Artawan (31) digelar Kamis (9/6/2016).

Sebanyak 14 adegan dilakukan untuk mengetahui runut peristiwa pembunuhan Dewa Gede Artawan (31) dari awal sampai akhir.

Prarekonstruksi dimulai dari aksi serempetan di Jalan Raya Batuan sampai para pelaku mengejar dan menghabisi korban di rumah warga.

Adegan diperagakan oleh pelaku I Wayan Buda Artama (24), I Gede Nyoman Sukertayasa (23), I Made Edi Aryanta (30), I Kadek Juniantara (22) dan Made Putra Mardana (32.

Adegan pertama dari 14 adegan yang digelar kemarin diawali dengan aksi serempetan mobil pelaku hingga membuat dua teman Artawan jatuh dari motornya di jalan raya Batuan.

Masuk adegan ke-4, Dewa Gede Artawan diperagakan mengejar dan mencegat mobil para pelaku sekitar lima meter di sebelah selatan Gang Kabetan setelah temannya jatuh.

Ia mengadang laju mobil Ertiga di tengah jalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Artawan turun dari motornya sembari menuding para pelaku. I Gede Nyoman Sukertayasa dan I Wayan Buda Artama lalu turun meladeni.

Masing-masing mempersenjatai diri dengan pedang. Sementara I Made Edi Aryanta menyusul setelahnya.

Melihat lawannya menggunakan senjata, Artawan pun berlari ke arah utara, masuk ke Gang Kabetan sampai akhirnya bermuara di rumah warga.

Di sana, Sukertayasa dan Buda Artama menghabisi nyawa Artawan dengan hujaman senjata bertubi-tubi tanpa perlawanan.

Sementara Edi Aryanta yang juga turut mengejar hanya berjaga di seputaran gang seakan mengawasi situasi.

Setelah selesai menghabisi nyawa korbannya, mereka kembali ke mobil.

Di sana masih ada Kadek Juniantara dan Made Putra Mardana. Mereka pun tancap gas ke arah selatan.

"Ada 14 adegan yang diperagakan. Penganiayaan dengan pedang masuk adegan 11 sampai 13," ujar AKBP Waluya.

Prarekonstruksi yang digelar lebih dari satu jam ini membuat arus lalu lintas Jalan Raya Batuan menuju Sukawati dan Denpasar macet total.

Ratusan warga tumpah ruah berdatangan melihat bagaimana para pelaku menghabisi nyawa korbannya.

Antusiasme warga bahkan sampai mengganggu prarekonstruksi.

Mereka datang dan ingin melihat dari arah dekat wajah-wajah pelaku meski ditutup masker.

Polisi sampai harus melarang berkali-kali. Namun warga semakin penasaran.

Puncaknya polisi bertindak tegas dengan melarang warga mendekat termasuk mendokumentasikan adegan tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas