Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala Unit BRI Otaki Pembobolan Dana KUR

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya diam-diam membongkar dugaan pembobolan kredit fiktif KUR di BRI Unit Benowo dengan nilai Rp 1,3 miliar.

Kepala Unit BRI Otaki Pembobolan Dana KUR
Harian Warta Kota/henry lopulalan
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya diam-diam membongkar dugaan pembobolan kredit fiktif KUR di BRI Unit Benowo dengan nilai Rp 1,3 miliar.

Lima tersangka yang terlibat sudah ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya.

Mereka adalah Abdul Rachman mantan Kepala Unit BRI Benowo, Diah Pujaningrum mantan mantri (cek calon nasabah), Daniyath Sa'adha mantan Petugas Administrasi KUR dan Rahmi May Yasavira mantan teller.

Sementara seorang swasta adalah Dwi Hendra mantan debitur NPL.

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi didampingi Kasi Pidsus Roy Rovalino, menjelaskan kejahatan yang dilakukan Abdul Rachman sangat terstruktur.

Pasalnya, pembobolan ini sudah diatur sedemikian rupa, seolah-olah masyarakat mengajukan kredit pada 2014-2015

"Kejahatan ini sangat rapi. Tanpa ada pergantian pimpinan atau audit intern, kasus ini tak akan terbongkar," ujar Didik Farkhan, Sabtu (11/6/2016).

Menurut Didik, modus yang dijalankan Abdul Rachman Cs, berawal dari Diah Pujaningrum menerima ratusan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga dari Daniyath, Rahmi, Abdul Rahman dan Dwi hendra.

Nama yang ada di KTP itu lalu digunakan untuk mengajukan pinjaman KUR di BRI.

Orang yang namanya tercantum dalam foto kopi KTP dan KK itu tidak pernah datang ke BRI untuk mengajukan kredit.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas