Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Napi yang Akomodir Perampokan Tengah Jalani Hukuman Kasus Narkoba

Ucup alias Feri King, narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan mengakomodir perampokan Ramli (30), warga Jl Setia Budi

Napi yang Akomodir Perampokan Tengah Jalani Hukuman Kasus Narkoba
Tribun Medan/ Array A Argus
Dua anggota SPSI yang merampok dan membunuh korbannya saat digiring petugas Polsekta Sunggal, Rabu (15/6/2016) sore 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ucup alias Feri King, narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan yang mengakomodir perampokan Ramli (30), warga Jl Setia Budi ternyata tengah menjalani hukuman kasus narkoba.

Hal itu diungkapkan kedua tersangka perampokan yang disuruh Ucup masing-masing Dedi Pariansyah Lubis (29) warga Jl Flamboyan Raya, Gang Saudara, Kelurahan Asam Kumbang dan rekannya Najir (30) warga Jl Bunga Raya, Gang Tulip.

"Bang Ucup ini waktu menelfon saya untuk merampas motor korban bilang, kalau dia masih di dalam rutan (Tanjung Gusta). Dia bilang, dia ditangkap lagi kasus narkoba," kata tersangka Dedi, Rabu (15/6/2016) sore.

Pria bertubuh tinggi tegap ini menjelaskan, dirinya kenal dengan Ucup alias Feri King saat sama-sama menjalani hukuman di Lapas Dewasa Klas I Tanjung Gusta Medan. Saat itu, Dedi tengah menjalani hukuman kasus pencabulan.

"Saat berada di penjara, disitulah saya kenal bang Ucup. Setelah saya keluar, dia minta tolong saya untuk mengambil motor korban," kata Dedi yang wajahnya ditutupi sebo.

Kapolsekta Sunggal, Komisaris Daniel Marunduri didampingi Kanit Reskrimnya, Iptu Nur Istiono menjelaskan, kedua tersangka ini sempat bersembunyi di dalam perumahan Tasbih usai merampok korban. Namun sayang, saat itu kedua pelaku terjebak di dalam komplek.

"Saat korban akan menangkap pelaku, disitulah korban ditikam di bagian kepala. Setelah itu, korban sempat minta tolong dengan kondisi pisau masih menancap di bagian kepalanya," kata Daniel.

Atas kasus ini, kata Daniel, kedua tersangka diancam pasal 365 KUHPidana dan pasal 338 terkait pembunuhan. Ancaman kurungan kedua tersangka bisa ditambah lantaran sebelumnya pernah ditahan dalam berbagai kasus pidana.(ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas