80 Rumah Sakit Beroperasi 24 Jam Selama Arus Mudi dan Arus Balik
Sebanyak 80 rumah sakit yang tersebar di jalur utara, jalur tengah, jalur selatan, dan Tol Cipali, berstatus siaga dan beroperasi 24 jam
Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sebanyak 80 rumah sakit yang tersebar di jalur utara, jalur tengah, jalur selatan, dan Tol Cipali, berstatus siaga dan beroperasi 24 jam masa arus mudik dan arus balik Idulfitri.
Hal itu untuk mengantisipasi adanya kecelakaan atau gangguan kesehatan yang terjadi selama H-7 hingga H+7.
"Jadi kesiapan untuk pengamanan mudik kami menyiapkan fasilitas yang ada mulai dari rumah sakit, kemudian tenaganya, kemudian sistem informasinya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Alma Lucyati, kepada wartawan di kantornya, Jalan dr Djundjunan, Kota Bandung, Selasa (21/6/2016).
Alma menyebut, pihaknya juga menyiagakan 765 dokter selama arus mudik dan arus balik.
Ratusan dokter itu dibantu 4036 perawat dan tenaga lain sebanyak 2530 personil.
Selain itu, 523 ambulans juga disiapkan mobilitas pasien ataupun korban kecelakaan.
"Jadi ribuan tenaga medis dan ambulans ini disebar ke sejumlah titik baik di jalur utara, jalur tengah, jalur selatan, dan Tol Cipali."
"Untuk titik-titik rawan kecelakaan, personil dan ambulansnya kami perbanyak," ujar Alma.
Alma mengaku, peristiwa kecelakaan yang menjadi perhatian khusus Dinkes Jabar selama arus mudik dan arus balik nanti.
Sebab berdasarkan hasil evaluasi, 72 persen pemudik tewas di lokasi kejadian setelah mengalami kecelakaan pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun lalu.
"Diharapkan dengan personil yang siaga itu itu bisa sesegera mungkin mengevakuasi korban kecelakaan."
"Tergantung kondisinya, kalau ditangani di posko ditangani, kalau yang berat-berat segera dirujuk ke rumah sakit yang telah disiapkan," ujar Alma.
Berdasarkan data yang diperoleh Tribun, jumlah korban tewas akibat kecelakaan selama arus mudik dan arus balik untuk tingkat nasional pada 2015 itu mencapai 646 jiwa.
Adapun jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak 1057 orang. Sedangkan jumlah korban yang mengalami luka ringan mencapai 3891 orang.
Adapun lokasi kecelakaan terbanyak pada 2015 itu ada di wilayah Polres Garut sebanyak 49 kasus dan Cirebon 36 kasus.(cis)