Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Khawatir Terjadi Perkelahian, Dewa Saraf Dikurung di Sel Khusus

Pria asal Banjar Pasdalem, Kelurahan Gianyar, Kabupaten Gianyar ini ditahan terpisah dengan enam tersangka lain yang merupakan anak buahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Khawatir Terjadi Perkelahian, Dewa Saraf Dikurung di Sel Khusus
Tribun Bali
Kondisi mayat Dewa Gede Artawan bersimbah darah di rumah warga Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati, Jumat (3/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf (52), otak pembunuhan Dewa Gede Artawan (31) di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati, kini mendekam di balik jeruji besi Mapolres Gianyar, Bali.

Namun pria asal Banjar Pasdalem, Kelurahan Gianyar, Kabupaten Gianyar ini ditahan terpisah dengan enam tersangka lain yang merupakan anak buahnya.

Jik Saraf, begitu sapaannya, dikurung di sel khusus.

"Kami khawatir terjadi perkelahian antara mereka. Ini sebab mengapa DS dipisah dengan tersangka lainnya," ujar Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, kepada Tribun Bali (Tribunnews.com Network), Jumat (24/6/2016).

Kekhawatirannya muncul karena rencana yang disusun komplotan bercadar ini gagal.

Awalnya, lima pelaku menyerahkan diri dan mengklaim sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus pembunuhan salah satu anggota ormas Laskar Bali tersebut.

Dalam pemeriksaan, mereka berupaya keras membantah keterlibatan pihak lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka mencoba meyakinkan polisi bahwa pelaku hanya lima orang saja.

Namun ternyata polisi tak buru-buru percaya.

"Awalnya mereka hanya mengaku berlima saja. Tapi polisi lebih pintar," kata Kapolres.

Atas kegagalan rencana yang disusun, Waluya memprediksi akan ada pihak yang tidak puas karena satu persatu orang-orang yang diduga terlibat ditangkap.

Jika disatukan dalam sel, besar potensi terjadinya masalah.

Pertimbangan tersebut membuatnya menginstuksikan jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gianyar menempatkan Dewa Saraf di sel yang berbeda.

"Faktor emosional saja sebenarnya karena rencana mereka tidak mulus. Kami khawatir terjadi perkelahian jika digabung dalam satu sel," kata Waluya.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas