Tribun

Bidan di Palangkaraya Tolak Diangkat jadi PNS

Salah satu alasan yang menjadi kekhawatiran bidan PTT adalah masalah pendapatan yang dianggap sudah memadai

Editor: Eko Sutriyanto
Bidan di Palangkaraya Tolak Diangkat jadi PNS
Ilustrasi bidan

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah memproses sejumlah bidan atau perawat pegawai tidak tetap (PTT) yang ditugaskan di daerah pinggiran Kota Palangkaraya untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sesuai dengan petunjuk Kementerian Kesehatan Pusat.

Namun, ternyata tidak semua bidan PTT di pelosok mau diangkat jadi PNS

Salah satu alasan yang menjadi kekhawatiran bidan PTT adalah masalah pendapatan.

Mereka takut tunjangan sebagai bidan PTT yang nilainya sudah cukup memadai hilang jika mereka diangkat sebagai ASN.

Hal itu seperti diakui Ketua Ikatan Bidan (IBI) Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, saat ditanyakan terkait rencana pengangkatan bidan PTT yang bertugas di pinggiran untuk dijadikan ASN atau PNS.

Dia mengungkapkan ada sebagian bidan PTT malah enggan untuk dijadikan PNS, lantaran takut mengurangi pendapatan mereka selama bertugas di daerah pinggiran kota.

"Memang saya ada mendapatkan keterangan soal itu dari sejumlah bidan PTT. Tapi saya berikan pencerahan kepada mereka untuk jaminan lebih baik, sebaiknya mau saja ketika diangkat menjadi PNS, meskipun untuk pembayaran gaji tentunya disesuaikan dengan pangkat dan eselon masing-masing." katanya.

Dikatakan dia, jumlah bidan PTT di Provinsi Kalimantan Tengah, secara keseluruhan mencapai 200 orang, yang ditugaskan di daerah terpencil maupun yang ditugaskan di daerah perkotaan.

Sedangkan untuk bidan bukan PTT atau honor yang ada di rumah sakit cukup banyak.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas