Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Romani Tak Sadar Serahkan Kartu ATM Usai Ditepuk Bahunya

Salah satunya menepuk bahu Romani. Tanpa sadar kemudian, Romani menyerahkan kartu ATM-nya, dan pelaku sudah melihat nomor PIN-nya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Pelaku gendam beraksi di sekitar mesin ATM, tepatnya di Jl Mayjend Sungkono Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dua pelaku berhasil ditangkap yakni Badriono (51) warga Jakarta Barat, dan Hamsa Yunus (50) warga Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sedangkan satu orang berinisial A masih diburu polisi.

Mereka memperdayai Romani (31), warga Desa Kidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Romani hendak mengambil uang melalui mesin ATM di Jl Mayjend Sungkono.

Ketika masuk di bilik ATM, tiba-tiba tiga orang ikut masuk ke ATM.

Salah satunya menepuk bahu Romani. Tanpa sadar kemudian, Romani menyerahkan kartu ATM-nya, dan pelaku sudah melihat nomor PIN-nya. Pelaku kemudian menguras uang Romani hingga Rp 2 juta.

Beruntung Romani tersadar tidak lama kemudian. Ia yang tersadar telah menjadi korban gendam, bergegas mengejar pelaku. Romani berhasil mengejarnya hingga ke Jl Gadang gang 6, dan tertangkap.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, sebelumnya juga terjadi penipuan secara online. Penipuan secara online ini menimpa Dedy Agus Irawan, warga Jl sebuku Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dedy tertipu iklan rumah kontrakan di sebuah situs jual beli online.

Dalam iklan itu, tertera sebuah rumah dikontrakkan seharga Rp 12 juta. Dedy mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera. Kesepakatan terjadi, hingga Dedy mentransfer Rp 10 juta untuk mengontrak rumah itu.

Namun ternyata setelah transfer, Dedy curiga. Sebab tidak ada kabar lagi, dan iklan itu tetap ada namun dengan nomor telepon berbeda, padahal alamat rumah sama. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polres Malang Kota.

Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni kembali meminta masyarakat untuk waspada.

"Untuk kejahatan gendam, sebaiknya jangan mengambil uang di lokasi yang sepi, atau minimal bersama teman atau saudara," ujar Nunung, Kamis (21/7/2016).

Sedangkan penipuan online yang masih terjadi, Nunung meminta supaya masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi secara online.

"Pastikan toko online-nya tepercaya," tegasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas