Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

400 Warga Purwakarta Dites VCT, Setengahnya Positif HIV

Dari 400 orang yang telah menjalani test VCT, kata dia, 50 persennya positif HIV.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in 400 Warga Purwakarta Dites VCT, Setengahnya Positif HIV
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
ILUSTRASI - SATGAS PAMRAHWAN RAIDER 509/KOSTRAD GELAR PEYULUHAN HIV/AIDS DI PAPUA - Sebagai upaya membantu program pemerintah dalam rangka menekan laju penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Papua, khususnya Kabupaten Puncak Jaya, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan (Pengamanan Daerah Rawan) Yonif Raider 509/Kostrad, bermarkas di Kel. Sukorejo, Kec. Sumber Sari, Kab. Jember Jawa Timur, yang tengah melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Papua, beberapa waktu lalu menggelar Penyuluhan dan Skrining Test HIV/AIDS. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Belasan Ribu warga Purwakarta harus diikutkan dalam test HIV/Aids di klinik Volunter Counceling Test (VCT) karena beresiko HIV.

"Target capaian (test HIV) di Purwakarta sebanyak 19.720 orang. Yang baru ditest sebanyak 400 orang," ujar Wahyu Haidir selaku Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Purwakarta di Purwakarta, Rabu (27/7/2016).

Dari 400 orang yang telah menjalani test VCT, kata dia, 50 persennya positif HIV.

Kebanyakan dari mereka adalah wanita pekerja seks, transgender, lelaki suka lelaki, penasun, ibu hamil dan lelaki beresiko tinggi atau pernah berhubungan seksual sembarangan.

"Semakin banyak karena semua bergerak menyisir. Awal Januari (tercatat) 120 kasus sekarang sudah melewati 200 orang," ujar Wahyu.

Di tengah banyaknya warga yang harus melakukan test HIV, sayangnya klinik VCT di Purwakarta terbatas. Menurutnya, klinik VCT di Purwakarta hanya terdapat di RSUD Bayu Asih. Belum lagi, tenaga konselornya yang terbatas.

"Untuk tes sebenarnya ada juga di puskesmas, tapi konselornya belum terlatuh. Untuk petugas kesehatan saja sebelum mengarah ke konselor. Di RSUD Bayu asih ada dua orang konselor yang masih aktif dan satu orang lagi pejabat struktural," ujarnya. (tribun jabar/men)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas