Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekali Sita Kendaraan Konsumen, Toni Dapat Upah Rp 6 juta

Sekali menyita kendaraan konsumen yang menunggak angsuran, Toni mendapat upah Rp 6 juta sampai Rp 8 juta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Sekali Sita Kendaraan Konsumen, Toni Dapat Upah Rp 6 juta
Tribun Medan/Array A Argus
Anggota Reskrim Polresta Medan menunjukkan mobil Lexus BK 1398 OY yang sempat dibawa kabur para pelaku yang bekerja sebagai petugas di penyedia jasa kredit kendaraan, Rabu (3/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Cukup lama Toni (32) sebagai pegawai di penyedia jasa kredit atau leasing. Upahnya lumayan sekali menyita kendaraan konsumen yang telat bayar angsuran.

Warga Jalan Pajak Rambe, Gang Istiqomah No 225, Martubung, Medan Labuhan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Medan.

Anggota Satreskrim Polresta Medan sementara menangkap Toni, M Ridwan dan Victor, karena ikut merampas mobil Lexus BK 1398 OY, padahal pemiliknya tak menunggak membayar angsuran bulanan.

Anggota Reskrim Polresta Medan, Rabu (3/8/2016), menggelandang dua dari orang suruhan penyedia jasa kredit karena merampas mobil Lexus konsumen di Jalan Ahmad Yani. Keduanya mengaku orang suruhan Victor. TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS

"Sekali ikut kerja (menyita kendaraan), bisa dapat Rp 6 juta. Kadang dibayar juga Rp 8 juta," ujar Toni yang berbadan tinggi tegap saat diperlihatkan di Polresta Medan, Rabu (3/8/2016).

Toni kaget setelah tahu mobil Lexus yang ia dan rekan-rekannya sita tak terkait dengan pihak penyedia jasa kredit. Ia sempat meminta Victor, orang yang menyuruh Toni dan sembilan rekan-rekannya, mengembalikan mobil tersebut kepada pemiliknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pas saya tanya ke pimpinan, katanya tunggu dulu. Saya disuruh bawa mobil itu untuk disimpan sementara," Toni berkilah.

Ia mengatakan saat hendak memulangkan mobil di kawasan Lapangan Merdeka Medan, ternyata warga sudah ramai. Ia takut dihakimi warga yang sudah ramai berkumpul.

"Enggak jadi kami memulangkan mobilnya. Enggak lama kami ditangkap Polres," kata Toni sambil menekuk kepalanya agar tak terekam kamera wartawan.

Sementara penyidik menginterogasi ketiganya, anggota Reskrim Polresta Medan masih memburu delapan orang lainnya yang masih buron.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas