Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Satwa Langka Kambing Hutan Sumatera Selamat dari Jerat Warga

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Unit XXII Balige, Toba Samosir, berhasil menyelamatkan kambing hutan dari jerat, Minggu (8/8/2016).

Satwa Langka Kambing Hutan Sumatera Selamat dari Jerat Warga
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Seekor kambing hutan sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) berada di kandang kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPH) Model Unit XXII Jalan Bukit Barisan, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (4/8/2016). Kambing hutan sumatera yang masuk dalam daftar Appendices I (hewan yang sangat langka dan tidak boleh diburu) adalah jenis kambing hutan yang hanya terdapat di hutan tropis pulau Sumatera dan populasinya sudah semakin terdesak akibat perambahan hutan secara liar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Riski Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA SAMOSIR - Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Unit XXII Balige, Toba Samosir, berhasil menyelamatkan kambing hutan dari jerat, Minggu (8/8/2016).

Kambing hutan yang memiliki nama latin Capriconis Sumatraensis merupakan satwa langka yang terancam punah.

Pelaksana Tugas Kepala KPH, Leonardo Sitorus, mengisahkan proses penyelamatan kambing hutan pada 18 Maret 2016 lalu.

Satwa langka ini terjerat di areal perkebunan warga milik Johari Manurung. Saat ditemukan kaki kambing hutan dalam kondisi terikat. Lokasi perkebunan warga ini berbatasan dengan hutan lindung Gunung Simanuk-manuk, Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Toba Samosir.

Warga sempat enggan memberikan kambing begitu saja. Pembicaraan pun berlangsung alot hingga satu jam. Pohak KPH berupaya menjelaskan perihal kambing hutan sebagai satwa langka dilindungi.

"Kami tak ingin kambing hutan ini dikonsumsi. Sebab kambing hutan ini satwa langka. Kami berupaya memberi pemahaman kepada warga. Akhirnya, mereka mengerti dan mau melepaskan kambing ini," kata dia.

Pihak KPH membuatkan kandang kambing hutan. Makanan yang disediakan yakni pucuk daun ubi jalar. Pemberian makanan dan minuman dilakukan intensif supaya kondisi kesehatan kambing hutan stabil.

Selanjutnya, KPH menyurati Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, supaya mengizinkan mereka memelihara. Agar ada tambahan literatur soal satwa yang terancam punah.

Leonardo mengatakan kambing hutan pandai memanjat tebing tinggi. Bahkan hingga kecuraman mencapai 90 derajat, ia bisa memanjat menggunakan kaki yang ada celah lubang.

"Masih banyak yang perlu diteliti dari kambing hutan ini. Kami punya gua yang bisa menemukan satwa ini. Jadi bisa saja dapat sepasang untuk dikembangbiakkan," imbuh Leonardo.

Ikuti kami di
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas