Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jokowi Ingin Turunkan Bunga Kredit Usaha Rakyat dari 9 Persen jadi 7 Persen

Tidak hanya usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi saat ini juga mulai banyak yang mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha.

Jokowi Ingin Turunkan Bunga Kredit Usaha Rakyat dari 9 Persen jadi 7 Persen
SURYA/SUGIHARTO
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Ngurah Puspayoga didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo mencoba sejumlah makanan olahan hasil dari UMKM binaan Bank Jatim usai membuka Pameran Koperasi dan UMKM di Surabaya, Rabu (10/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tidak hanya usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi saat ini juga mulai banyak yang mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha.

Agar makin banyak koperasi dan UKM yang memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usaha, Presiden Joko Widodo berencana menurunkan bunga KUR dari saat ini 9 persen menjadi 7 persen.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurut Puspa, diperbolehkannya koperasi mengajukan KUR agar soko guru perekonomian nasional ini bisa berkembang. Besar pinjamannya hingga Rp 25 juta dan tak perlu ada agunan.

"Bunganya hanya 9 persen. Padahal dulu bunga KUR mencapai 22 persen," tegasnya, didampingi Gubernur Jatim Soekarwo, Rabu (10/8/2016), usai Peringatan Hari Koperasi ke-69 di Surabaya.

Dengan adanya terobosan baru tersebut, Kementrian Koperasi dan UKM telah menerima pengajuan dari delapan koperasi agar mereka bisa ikut menyalurkan KUR. Ini merupakan bagian dari program reformasi koperasi dan akan terus dikembangkan kedepannya.

"Tujuannya, agar kesejahteraan di Indonesia lebih merata," ucap menteri asal Bali ini.

Agar hal itu terwujud serta koperasi dan UKM di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain, Presiden Joko Widodo, kata Puspa mempertimbangkan untuk kembali menurunkan bunga KUR menjadi hanya 7 persen saja.

"Dengan begitu, koperasi dan UKM bisa lebih kompetitif serta dapat bersaing dengan negara lain," tukasnya.

Dijelaskan, saat ini jumlah koperasi di Indonesia ada 200.000 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 62.000 koperasi tidak aktif. Terhadap koperasi tak aktif ini, dia minta tidak dimasukkan ke dalam database, agar potret koperasi bisa lebih baik.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas