Peluang Industri Obat Tradisional di Indonesia Terbuka Lebar
Sebab obat tradisional atau herbal itu dipercaya tidak memiliki efek samping bagi yang mengkonsumsinya sehingga mulai menjadi alternatif pengobatan
Penulis:
Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Meski pelaku usaha industri obat tradisional dan herbal di Indonesia belum sebesar di Cina, industri obat tradisional mulai berkembang pesat di Indonesia.
Sebab obat tradisional atau herbal itu dipercaya tidak memiliki efek samping bagi yang mengkonsumsinya sehingga mulai menjadi alternatif pengobatan.
Satu di antaranya obat tradisional produk Kota Bandung, Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.
Obat herbal yang diproduksi di Kota Bandung sejak 1986 ini mulai beredar luas di Indoensia. Bahkan produk tersebut bisa ditemui di sejumlah negara di Asia Tenggara, yakni Singapura, Jepang, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina.
“Tren penjualan obat herbal produk kami itu terus meningkat setiap tahunnya. Khusus produk kami saja tren penjualannya meningkat 20 persen setiap tahunnya,” kata Manajer Operasional PT Daun Teratai Pharmaceutical, Yulianto, ketika ditemui wartawan di Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (10/8/2016).
Yulianto mengatakan, pangsa pasar obat tradisional di Indonesia memang sangat terbuka lebar dan terus tumbuh seiring berpalingnya masyarakat terhadap obat kimia.
Selain khasiatnya, masyarakat menilai mengkonsumsi obat tradisional memberikan efek jangka panjang ketimbang obat kimia.
“Pencegahannya itu komprehensif. Misalnya sakit tertentu, obat kimia hanya perbaiki organ tertentu yang sakit, tapi kalau obat tradisional perbaiki seluruh tubuh,” kata Yulianto.
Pihaknya sendiri memroduksi 7 ribu-10 ribu boks atau 300 ribu kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao setiap bulannya.
Yulianto menyebut, konsumen obat tradisional saat ini tak hanya menjangkau kalangan menengah ke bawah.
Kalangan menengah ke atas pun mulai banyak yang melirik obat tradisional ketimbang obt kimia.
Beberapa produk obat tradisioanal pun mulai diakui sebagai pendamping pengobatan secara modern.
“Produk kami sendiri sudah diakui dunia kedokteran, di RS Dharmais, obat kami masuk salah satu standar obat tradisional untuk pengobatan penyakit kanker,” kata Yulianto. (cis)