Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reaksi Kocak Gelandang Arema Cronus Komentari Full Day School

Bahkan gelandang Arema Cronus, Ahmad Bustomi, ikut mengomentari program sekolah seharian seperti digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Reaksi Kocak Gelandang Arema Cronus Komentari Full Day School
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
UJI COBA LAPANGAN - Pemain depan Arema Cronus Christian Gonzales dan pemain tengah Arema Cronus Ahmad Bustomi berebut bola pada uji coba lapangan jelang Leg I Semifinal Piala Jenderal Sudirman melawan tuan rumah Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut Kutai Kartanegara, Jumat (8/1). TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN 

Laporan Wartawan Surya, Zainuddin

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gelandang Arema Cronus, Ahmad Bustomi, ikut mengomentari rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, memberlakukan full day school.

Pemain asli Malang ini melontarkan protesnya lewat akun Twitter @bustomi_19, "Dengan ini Saya Menteri Balbalan menentang sekolah full day alasannya ga iso balbalan ga iso layangan ga iso mancing welut pak anak2u."

Kicauan Bustomi artinya, "Dengan ini, saya Menteri Sepak Bola menentang sekolah seharian. Alasannya anak-anakku tidak bisa bermain bola, tidak bisa main layang-layang, tidak bisa memancing belut, pak."

Kicauan Bustomi mendapat respon beragam dari nitizen. Pemilik akun @Ab19Mm mencuit,
"Semakin mengurangi waktu bersama keluarga."

Begitu pula pemilik akun @wiguna_96. Dia menuliskan, "Haha, melasi bocah saiki. Sekolah full day. PR karo tugas tetep akeh. Kapan dolane???" Artinya, "Haha, kasihan anak sekarang. Sekolah seharian. PR dan tugas tetap banyak. Kapan bermainnya?"

Kemarin, Menteri Muhadjir meluruskan dirinya memaksudkan perpanjangan masa belajar di sekolah yang tidak sama dengan program full day school atau sekolah seharian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mohon sekali lagi untuk tidak menggunakan istilah full day school, karena itu menyesatkan. Sebetulnya ini adalah kegiatan penambahan kegiatan ko-ekstrakulikuler di sekolah," ulas Muhadjir.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas