Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengaku Disiksa dan Dipaksa Penyidik Akui Bawa Sabu, Supriyadi di Vonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa Supriady (38), warga Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta

Mengaku Disiksa dan Dipaksa Penyidik Akui Bawa Sabu, Supriyadi di Vonis 4 Tahun Penjara
surya/sugiyono
DITAHAN - Supriady dengan tangan terborgol digiring petugas menuju tahanan usai siadang di PN Gresik, Kamis (11/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Terdakwa Supriady (38), warga Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik, divonis empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Kamis (11/8/2016).

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik yang menuntut hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Supriady hanya bisa diam mendengar putusan majelis hakim PN Gresik Lia Herawati, yang menyatakan terdakwa bersalah karena melanggar Pasar 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Hal yang memberatkan bagi terdakwa Supriady yaitu perbutan terdakwa bertentangan dengan kebijakan pemerintah, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya.

Adapun yang meringankan terdakwa yaitu terdakwa sopan dalam persidangan dan terdakwa sebagai tulang punggung keluarga.

Mendengar putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Widodo Marjoenanto, menyatakan keberatan atas putusan tersebut dan akan melakukan banding, sedangkan JPU Kejari Gresik Alifin N Wanda menyatakan pikir-pikir.

“Kita menyatakan banding karena berkeyakinan bahwa perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan putusan majelis hakim dan tuntutan jaksa," katanya.

“Pak Supriady itu tidak sesuai yang didakwakan. Pak Supriady itu dipaksa untuk mengakui membawa sabu-sabu oleh anggota Polres Gresik yang menangkap. Saat awal ditangkap, wajah Pak Supiady itu tidak berbentuk wajah. Hancur terkena pukulan. Bahkan jari di tangan kanan ada yang patah,” kata Widodo.

Bahkan, dari laporan penganiaaan tersebut, ucapnya, anggota Polres Gresik dilaporkan ke Propam Polda Jatim.

“Sekarang sudah diproses. Kita akan kawal terus,” katanya.

Terdakwa Supriady ditangkap anggota Satnarkoba Polres Gresik di Jl Raya Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Gresik pada 21 Desember 2015.

Terdakwa digeledah akhirnya ditemukan barang bukti sabu warna putih kristal disimpan dalam plastik di saku pinggangnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas