Polisi Rilis Wajah Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa
Polisi kembali merilis terduga pelaku pembunuhan anggota Unit Lantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta.
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Polisi kembali merilis terduga pelaku pembunuhan anggota Unit Lantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta, Rabu (17/8/2016).
Sebelumnya polisi mengaku ada kesalahan nama dalam penetapan terduga pelaku.
Kedua pelaku yang resmi masuk daftar pencarian orang (DPO) itu adalah warga negara Inggris bernama David James Taylor dan warga negara Australia, Sarah Connor.
David James Taylor diketahui memiliki ciri-ciri rambut gimbal dan berkumis.
Menurut data pada paspornya, pria ini kelahiran 29 Agustus 1982, saat ini bule itu berusia 34 tahun.
Menurut keterangan beberapa saksi, antara lain seorang tukang ojek dan seorang sopir taksi.
Saksi sopir taksi mengatakan, sepasang bule (pria dan wanita) diduga David James Taylor dan Sarah Connor mencegat taksinya untuk naik dari Pantai Kuta dekat Hotel Pullman.
Kemudian, di tengah perjalanan, penumpang wanita meminta kembali ke Pantai Kuta, di sekitar TKP ditemukannya mayat I Wayan Sudarsa.
Alasan si penumpang, tasnya yang berisi dompet tertinggal.
Namun, tas itu tak sampai ditemukan, sehingga mereka meminta kembali diantarkan ke penginapan.
Lalu, sopir taksi itu mengantar keduanya ke Penginapan Kubu Kauh Beach Inn.
"Saya ingat betul, laki-laki itu berciri rambut gimbal, dan tingginya sedang. Sedangkan yang perempuan, wajahnya persis dengan foto yang ada di SIM yang ditemukan petugas di TKP," kata saksi yang tak mau diungkap namanya itu.
Ketika polisi melakukan pemeriksaan di Kubu Kauh Beach Inn diketahui David James Taylor telah menginap sejak 9 Agustus lalu.
Staf hotel mengatakan, bule lelaki itu menginap di hotel, sedangkan teman wanitanya mengunjunginya pada Selasa (16/8/2016).
"Mereka terakhir saya lihat pada hari Rabu (17/8/2016), dan petang hari itu juga sekitar pukul 17.00 Wita, mereka keluar atau check out dari hotel. Tak ada yang mencurigakan dari mereka selama ini," kata pemilik penginapan kemarin.
Namun ia menuturkan, petugas kebersihan (cleaning service) penginapan melihat ada sejumlah bercak darah di kamar mereka.
"Mungkin pada Rabu subuh atau dini hari, mereka tiba di kamar, tapi saya nggak lihat," jelasnya kepada Tribun Bali.
Menurut pemilik penginapan Kubu Kauh Beach Inn, petugas kepolisian sempat melakukan pemeriksaan tiga titik bercak darah yang ada di dinding, tangga dan selembar handuk di kamar nomor tiga.
Saksi lain, tukang ojek, mengatakan bahwa pada Rabu (17/8/2016) dini hari itu dia sedang mangkal untuk mencari penumpang di sekitar Hotel Pullman.
Di tengah-tegah menunggu penumpang, ia melihat dua orang bule lelaki dan perempuan berjalan keluar kawasan pantai dengan baju dan tubuhnya berlumuran darah serta pasir.
Saksi juga sempat menyaksikan antara korban, yakni Aipda I Wayan Sudarsa, dan orang-orang bule yang dilihatnya sempat terjadi tarik-menarik di tembok panjang yang menjadi pembatas Jalan Raya Pantai Kuta dan pantai.
Semantara itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan sejumlah penyelidikan dan pemeriksaan.
Namun, dari semua bukti yang ada di pihaknya, telah merujuk kepada kedua terduga pelaku itu. Mulai bukti bercak darah hingga bukti dari keterangan saksi.
"Sementara ini kami sudah melakukan sejumlah pengembangan dari saksi-saksi yang diperiksa dan melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi untuk pencekalan," urainya.
Polisi masih melakukan upaya intensif untuk menguak kasus pembunuhan tragis di Pantai Kuta Badung Bali.
Dugaan sementara merujuk kepada dua terduga pelaku DJT WN Inggris yang sebelumnya disebut TS WN Australia oleh polisi dan SC WN Australia.
Dari pengembangan penyelidikan, akhirnya polisi melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi.
Delapan saksi itu ialah pria berinisial S bekerja sebagai sekuriti, IW bekerja sebagai karyawan swasta, SY sebagai pengemudi ojek, HH sebagai sekuriti, Z sebagai swasta tukang terapi, RZ sebagai Wiraswasta, FR penjaga home stay terduga pelaku dan PN juga sebagai pekerja di home stay tempat terduga pelaku menginap.
"Sudah ada delapan saksi dan akan menambah dua lagi hari ini," ucapnya, Jumat (19/8/2016).
Kapolresta menyebut sudah melakukan pencekalan terhadap kedua terduga pelaku kepada pihak Imigrasi.
"Ya kami sudah layangkan surat pencekalan ke pihak Imigrasi," urainya.
Baca tanpa iklan