Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Desa Adat Legian Gelar Caru Eka Sata di TKP Terbunuhnya Aipda Wayan Sudarsa

Warga Desa Adat Legian melakukan Caru Eka Sata. Upacara penyucian alam ini digelar menyusul terbunuhnya Aipda I Wayan Sudarsa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Desa Adat Legian Gelar Caru Eka Sata di TKP Terbunuhnya Aipda Wayan Sudarsa
Istimewa
Jenazah anggota Lantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa, ketika ditemukan tewas di Pantai Kuta, Rabu (17/8/2016) dinihari. 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Warga Desa Adat Legian melakukan Caru Eka Sata. Upacara penyucian alam ini digelar menyusul terbunuhnya anggota Unit Lantas Polsek Kuta, Aipda I Wayan Sudarsa.

Upacara diadakan di TKP (tempat kejadian perkara) di Pantai Kuta, Badung, Bali.

Bendesa Adat Legian, I Gusti Ngurah Sudarsa menyatakan, upacara ini dilakukan karena lingkungan ini dianggap leteh atau kotor. Sehingga, diupacarai agar seimbang.

"Supaya bersih lagi dan alam kembali seimbang," ucapnya, Sabtu (20/8/2016).

Caru ini dipimpin, Pemangku Desa Adat Legian, Nyoman Radu. Dan caru sebagai persembahan untuk Bhuta Kala.

Upacara caru dimaknai sebagai upacara untuk menjaga keharmonisan alam, manusia dan waktu. Caru digelar sekitar pukul 10.15 Wita. Ke depannya warga berharap tidak ada lagi kejadian serupa. (ang)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas