Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapal Nelayan Belitung yang Hilang Membawa Lima ABK dan Satu Nakhoda

Kapal KM Satria 04 asal Belitung yang hilang di perairan Karang Sijuk diduga terbawa arus laut yang kuat di bagian tenggara perairan tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kapal Nelayan Belitung yang Hilang Membawa Lima ABK dan Satu Nakhoda
Bangka Pos
Tim SAR 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

TRIBUNNEWS.COM, TOBOALI - Kapal Nelayan kepiting asal Belitung, dikabarkan hilang di perairan Karang Sijuk, dekat perairan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (20/8/2016).

Informasi yang diperoleh Bangka Pos (Tribunnews.com Network) Kapal KM Satria 04 berangkat melaut Jumat (12/8/2016) lalu dan pada hari Minggu mengalami mati mesin di perairan Karang Sijuk.

Satu ABK dari total 6 penumpang kapal bermaksud untuk mencari bantuan terdekat, Selasa (16/8/2016) dengan menumpang kapal nelayan pergi ke Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan.

Tetapi pada Kamis (18/8/2016) ketika Anak Buah Kapal Dodi kembali ingin memberikan bantuan, keberadaan kapal menghilang dan belum ditemukan.

"Di Karang Sijuk lebih dekat dengan perairan Bangka, jadi satu orang ABK pergi ke Sadai minta bantuan untuk perbaiki mesin mereka. Tetapi waktu mereka ingin kembali memberi bantuan ke kapal yang jangkar di perairan Karang Sijuk, tidak ada lagi teman temannya," kata Kasiops Basarnas Babel Andriandi kepada Bangka Pos, Sabtu (20/8/2016) malam.

Kapal KM Satria 04 asal Belitung yang hilang di perairan Karang Sijuk diduga terbawa arus laut yang kuat di bagian tenggara perairan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kemungkinan terbawa arus, karena angin tenggara kuat sekali, kami sudah menanyakan ke nelayan yang melintas di situ apakah melihat kapal itu," kata Kasiops, Andriandi, Sabtu (20/8/2016) malam.

Selain itu, kata Andriandi pihak Basarnas juga akan turun ke laut untuk mencari keberadaan kapal yang hilang tersebut.

"Kita tetap turun ke laut, rencana tetap ke lokasi walau saat ini angin tenggara besar. Dengan jaraknya sekitar dua mil lebih kalau dari Bangka," ujar dia.

Ada lima orang ABK dan satu nakhoda yang menghilang di perairan tersebut, mereka adalah:
1. Ikro (nakhoda)
2. Muhidin (ABK)
3. Iqbal (ABK)
4. Aming (ABK)
5. Wahari (ABK)

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas