Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pintu Pos Jaga Terkunci dari Dalam, Warga Temukan Jasad Sang Penjaga Malam

Awi memperkirakan, darah yang keluar dari mulut korban disebabkan karena kebiasaan korban mencabut giginya sendiri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pintu Pos Jaga Terkunci dari Dalam, Warga Temukan Jasad Sang Penjaga Malam
Tribun Pontianak/Tito Ramadhani
Personel Inafis Polresta Pontianak saat melakukan identifikasi terhadap jasad Samian yang telah disimpan di dalam peti, di depan pos jaga, Jl Maluku - Jl Halmahera II, Jumat (26/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Warga Jl Maluku dihebohkan dengan ditemukannya sesosok jasad laki-laki dalam keadaan tak bernyawa, Jumat (26/8/2016) sekitar pukul 15.05 WIB.

Jasad laki-laki itu terbaring di kasur di dalam pos ronda di tepi pertigaan Jl Maluku - Jl Halmahera II, Pontianak.

Temuan ini praktis membuat warga lainnya penasaran, dan memenuhi kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar yang menyaksikan, Awi mengatakan jasad yang ditemukan tersebut dikenal bernama Samian (63), penjaga malam di kawasan tersebut sejak tahun 1980-an.

"Kami lihat, pintu terkunci dari dalam. Rupanya jasad sudah mengembang. Saya lihat dari sebelah sana, mulutnya sudah berdarah," ungkapnya saat ditemui di depan pos jaga, Jumat (26/8/2016).

Awi memperkirakan, darah yang keluar dari mulut korban disebabkan karena kebiasaan korban mencabut giginya sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mungkin darah dari kebiasaannya suka mencabut gigi sendiri," ucapnya.

Ia menuturkan, korban dikenal tak pernah mengeluhkan adanya sakit atau permasalahan kesehatan lainnya.

Selain itu, korban menurutnya selama ini selalu terlihat biasa saja tanpa menunjukkan kesulitan apapun kepada warga sekitar.

"Dia tidak pernah mengeluh, ndak ada uang, ndak makan, ndak pernah mengeluh. Paling kalau dia kurang tidur diusik, marah-marah, begitu saja. Ndak boleh ditegur, kami diam," terang Awi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas