Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Meminta Semua Bank Miliki Panic Button

Sekawanan perampok berhasil melenggang bebas, menyekap karyawan dan mengambil uang dari BPR Berlian Bumi Arta di Jl Magelang

Polisi Meminta Semua Bank Miliki Panic Button
Warta Kota/Andika Panduwinata
PolISI melakukan olah TKP atas perampokan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNNEWS.COM SLEMAN - Sekawanan perampok berhasil melenggang bebas, menyekap karyawan dan mengambil uang dari BPR Berlian Bumi Arta di Jl Magelang KM 5,2 Sinduadi Mlati Sleman Kamis (25/8/2016) kemarin.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan ternyata para perampok yang menggunakan helm fullface sebagai penutup kepalanya tersebut dapat melenggang bebas karena pos keamanan yang berada di bagian depan bank dalam kondisi kosong.

"Pos kosong, security dari bank sedang mengantar uang ke kantor pusat," jelas Kapolres Sleman AKBP Yuliyanto Jumat (26/8/2016).

Petugas kepolisian sendiri baru datang ke lokasi seusai para perampok kabur meninggalkan lokasi dan para korban bisa menghubungi pihak kepolisian.

Guna mengulangi hal tersebut Kapolres menyarankan kepada bank dan lembaga-lembaga penting lain yang rawan tindakan kejahatan untuk memasang panic button.

Panic button adalah tombol darurat yang hanya dengan sekali tekan bisa memberikan peringatan bahaya langsung kepada polisi.

"Mestinya bank punya panic button yang bisa langsung tersambung dengan pusat komando apakah polres atau polda dan bisa digunakan dalam kondisi darurat," ujarnya.

Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan jaringan telepon ataupun internet dan dipasang di tempat yang hanya diketahui bank misalnya di bawah meja.

"Sistemnya memang sementara belum ada di sini, tapi kalau dikembangkan tentunya lebih baik," tambahnya.

Dalam aksinya kemarin pelaku berhasil menggasak uang tunai hingga 250 juta rupiah.

Kapolda DIY Brigjend Pol Prasta Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya sudah mengantongi kelompok yang diduga melakukan aksi tersebut dan akan segera mengungkapnya. (*)

Penulis: Khaerur Reza
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas