Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wali Kota Ajak Warga Medan Tak Terprovokasi Ulah Teroris

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meminta seluruh pihak tak terprovokasi atas upaya penyerangan pastor disertai bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Wali Kota Ajak Warga Medan Tak Terprovokasi Ulah Teroris
Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin (tengah), diwawancara media di pelataran Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr. Mansyur, Minggu (28/8/2016), beberapa saat setelah polisi menangkap pelaku teror. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda Fahriza Batubara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meminta seluruh pihak tak terprovokasi atas upaya penyerangan pastor disertai bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr. Mansyur Minggu (28/8/2016) pagi.

Eldin juga meminta seluruh pihak untuk tidak menduga-duga motif dari aksi pelaku berbuat demikian, khususnya menyasar pada isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan).

Baca: Pelaku Teror Ketakutan saat Ujicobakan Bom Rakitannya

rumah-pelaku-teror_20160828_212004.jpg
Personel kepolisian menjaga rumah pelaku teror Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Ivan Hasugian, di Jalan Setia Budi, Gang Sehati, Medan Selayang, Minggu (28/8/2016).

"Jangan terprovokasi dan menduga-duga dulu, kita tunggu saja hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian. Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan," ujar Eldin di pelataran Gereja Katolik Stasi Santo Yosep tak lama setelah kejadian.

Pada kesempatan itu Eldin juga mengimbau kepada umat Katolik untuk menenangkan diri dan menghindari isu-isu yang beredar.

"Pihak kepolisian pasti akan menyelesaikan ini, sekali lagi kita tidak boleh terprovokasi dengan ini," ia meyakinkan umat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Dua Hari Sebelum Teror, Pelaku Ujicoba Bom Rakitan di atas Rumah

Umat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep dikejutkan dengan aksi percobaan pembunuhan pastor disertai bom bunuh diri ketika misa pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat peristiwa berlangsung umat Katolik di dalam gereja sedang mendengarkan pembacaan Injil oleh pastor Albert S Pandingan.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas