Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

15 Anggota Polda Bali Diperiksa Terkait Kombes Franky yang Diduga Memeras Pengguna Narkoba

Sebanyak 15 anggota kepolisian Polda Bali diperiksa terkait Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Franky Haryanto.

15 Anggota Polda Bali Diperiksa Terkait Kombes Franky yang Diduga Memeras Pengguna Narkoba
Net
Topi polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Sebanyak 15 anggota kepolisian Polda Bali diperiksa terkait Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Franky Haryanto. 

"Hingga saat ini hanya ada 15 anggota yang kami periksa, ini masih berjalan. Pada waktunya pasti akan diungkap oleh pihak berwenang di luar kami," ujar Kepala Biro Pengamanan Internal Mabes Polri, Brigjen Anton Wahono, di Polda Bali, Rabu (21/9/2016).

Paminal Mabes Polri menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyoal Franky atas dugaan memeras pengguna narkoba yang tertangkap olehnya.

Ia menjelaskan karena ini menyangkut hak tentang prajurit Bhayangkara, maka harus ada pembuktian yang cukup agar laporan tersebut bisa ditindaklanjuti.

Tanpa adanya alat bukti yang cukup, pihak bersangkutan susah memberikan sanksi atau hukuman sosial yang tepat kepada Franky.

"Kalau terkena hukuman sosial, dan belum bisa dibuktikan itu yang berat. Karena hukuman sosial paling berat," tegas Anton.‎

Menurut laporan tersebut, Franky diduga telah melanggar kode etik dan etika kepribadian, kemasyarakatan dan kelembagaan. Sehingga Propam Mabes Polri turun mendalami laporan ini.

‎Ia memastikan tim tak bisa mengungkap lagi proses penyelidikan terhadap Franky karena bersifat rahasia. Ia menegaskan tak pernah ada operasi tangkap tangan terhadap Franky.

"Mengenai status (sebagai terperiksa atau tersangka) kami tidak bisa menyebut. Ada yang berwenang menyampaikan hal itu. Kami bersifat memeriksa dan menyelidiki," beber dia.

Franky diduga memeras sejumlah tersangka tujuh kasus narkoba di bawah 0.5 gram. Rata-rata mereka dimintai Rp 100 juta dan satu kasus tersangka warga negara Belanda diminta satu unit mobil Fortuner tahun 2016.

Selain memeras uang dari pengguna narkoba, Franky diduga terlibat pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp 50 juta di brankas bendahara satuan.

Informasi yang beredar, Paminal Mabes Polri mengamankan dan menyita rekaman Franky pada 17 Agustus 2016 kepada anggota yang isinya memerintahkan anggota untuk kongkalikong kasus narkoba yang barang buktinya di bawah satu gram.

Ikuti kami di
Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas