Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dimas Kanjeng Anak Pensiunan Polisi yang Disegani

Konon, ayah Dimas Kanjeng seorang Kapolsek yang disegani masyarakat Probolinggo. Tapi, Dimas Kanjeng enggan menjadi polisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Dimas Kanjeng Anak Pensiunan Polisi yang Disegani
Surya/Ahmad Zaimul Haq
MENJALANI PEMERIKSAAN - Dimas Kanjeng Taat Pribadi berjalan menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (28/9/2016). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Surya, Galih Lintartika

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Berhembus kabar Dimas Kanjeng Taat Pribadi pengasuh sekaligus pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, anak pensiunan polisi.

Ayah Dimas Kanjeng konon pernah menjadi Kapolsek Maron, Pakuniran, dan Gading periode 1985 sampai 1990.

Polisi menyangka Dimas Kanjeng terlibat dalam kasus pembunuhan dua mantan pengikutnya. Ia juga disangka kasus lain.

Baca: Gudang Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi Ditemukan, Begini Pengakuan Polisi

"Dimas Kanjeng itu anak seorang pensiunan polisi, sejak kecil hidup di tengah-tengah keluarga besar ABRI," ujar sumber di lapangan kepada Surya.

Sayangnya, sumber tadi sedikit lupa nama lengkap ayah Dimas Kanjeng sekaligus pangkat terakhirnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Panggilannya itu Mustakim. Saya memang tidak sebegitu mengenalnya, hanya mengetahuinya saja," sumber tadi menambahkan.

Masyarakat sangat mengenal baik ayah Dimas Kanjeng. Dedikasinya terhadap pekerjaan bagus, sangat mengayomi masyarakat di lingkungan tempatnya bertugas.

"Saya dengar cerita dari banyak orang, beliau orang yang baik. Saya pun tidak mengetahui kalau ternyata beliau adalah ayah Dimas Kanjeng," terang dia.

Informasi lain menyebutkan Dimas Kanjeng menolak mengikuti jejak sang ayah berkarier di kepolisian.

Sewaktu muda, Dimas Kanjeng lebih cenderung mendalami ilmu agama Islam dan syariatnya. Ia sempat merantau ke beberapa daerah untuk menuntut ilmu ke sejumlah guru dan ulama.

Sekitar tahun 2000, Dimas kembali ke kampung halamannya di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo.

Ia mulai mengembangkan dan mensyiarkan agama Islam. Hingga akhirnya, ia mampu mendirikan padepokan yang cukup besar sampai saat ini.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas