Harti: Bunyi Ledakan Seperti Suara Pesawat Jatuh
Pertamina (Persero) memastikan proses pengendalian Tanki Asphalt 41 T312 di area Kilang Unit IV Cilacap telah selesai
Editor:
Sanusi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Suara dentuman sangat keras mengagetkan warga Cilacap di sekitar Pertamina, sekitar pukul 12.20 WIB Rabu (5/10) kemarin. Terutama warga Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah yang jaraknya sangat dekat dengan lokasi kejadian.
“Suaranya keras sekali, ‘duuum’ gitu, kaya bunyi ledakan pesawat. Sampai kaca rumah juga bergetar keras, jantungnya sampai deg-degan banget, gemeter,” kata Harti (35) warta RT 2 RW 1 Kelurahan Kutawaru, Rabu kemarin.
Dia bersama dengan anaknya yang berusia 3 tahun dan juga tetangganya pun langsung keluar rumah dan mencari suara ledakan tersebut. ternyata di belakang rumahnya, di wilayah Pertamina yang hanya dibatasi dengan sungai Kutawaru ini sudah terbumbung asap dan terlihat api.
“Asapnya pekat dan apinya masih besar, warga akhirnya hanya melihat saja,” katanya.
Dentuman ini juga terdengar dijarak sekitar 5 km lebih. Saudaranya yang berada di Dusun Cigintung juga mendengar ledakan tersebut.
Sama halnya dengan Simur (42) yang juga kaget mendengar adanya suara ledakan. Dia yang saat itu sedang tertidur terjaga karena sepertia da gempa.
“Kacanya sumah bergetar semua, saya kira gempa sudah gemeter banget tadi,” katanya.
Tidak seperti pada tahun 1995, kata dia yang seluruh warga harus sampai mengungsi ke keluarganya yang jauh dari kelurahan Kutawaru. Kali ini mereka tidak mengungsi karena kejadian tidak seperti dulu.
Suara ledakan dan juga gumpalan asap gelap yang membumbung ke langit juga membuat warga di sekitar Dermaga Kutarawu berkumpul dan ingin melihat kejadian tersebut, tidak sedikit yang mengabadikan momen itu.
Saswi (45), tukang ojek yang berada di pangkalan mengatakan siang kemarin dia dan beberapa rekannya sempat ketakutan, kejadian seperti beberapa tahun silam terjadi lagi. Karena dulu menyebabkan warga mengungsi dan membuat sumur-sumur warga terkontaminasi sisa-sisa ledakan.
“Kaget banget, untung siang-siang jadi tidak panik. Kalau malam-malam, pasti duah banyak yang mengungsi,” katanya.
Peristiwa tersebut terjadi pada saat pekerja sedang istirahat. Salah satu pekerja yang sedang istirahat di sekitar pintu 3 Pertamina Jalan MT Haryono, mengaku kaget saat mendengar adanya suara dentuman.
“Saya posisi lagi makan disini, tiba-tiba ada suara keras,” kata pekerja yang enggan disebut namanya. Dia mengaku saat itu sekitar pukul 12.20 WIB.
Setelah ada suara ledakan tersebut, seluruh pekerja yang akan kembai ke dalam lokasi Pertamina, tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Mereka hanya menunggu di depan pintu dan pagar area Pertamina di Jalan MT Haryono.
Penanganan
Dilihat dari Dermaga Kutawaru, kepulan asap hitam sudah mulia berkurang sekitar pukul 14.00 WIB. Terlihat dari lensa kamera, semprotan air dari mobil pemadam kebakaran milik Pertamina terus disemportkan untuk memadamkan api.
Di sekitar perairan Sungai Kutawaru juga ada dua kapal ‘fire boat’ yang menjaga di sekitar perairan. Dua kapal ini bersiaga, di dekat kilang dan juga di tengah perairan. Diketahui belakangan kebakaran terjadi di Tanki Asphalt 41 T312 di area Kilang Unit IV Cilacap.
PT Pertamina (Persero) memastikan proses pengendalian Tanki Asphalt 41 T312 di area Kilang Unit IV Cilacap telah selesai dan tanki dalam kondisi aman. Peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
General Affairs Manager RU IV Pertamina, Dasaf Tamzil UBW kepada media mengatakan kilang yang terbakar dalam status aspal level minimum atau ada sisa aspal sekitar 667 mm. Kapaitas tangki sebanyak 1.500 ton dengan diameter 8 meter dan tinggi 16 meter.
“Status (aspal) salurkan ke penyaluran produk dan direncanakan akan dilkaukan perbaikan tangki (overhaul),” katanya, Rabu sore.
Sampai kemarin, Pertamina belum bisa memberikan keterangan terkait dengan penyebab kejadian. Karena menurutnya, masih dalam tahap penyelidikan.
“Hingga pukul 15.30 WIB penyebab dan kerugian pada kejadian ini belum bisa diinformasikan, karena masih dilakukan investigasi dan penyelidikan,” katanya.
Dasaf mengatakan, tangki tersebut dibangun pada tahun 1998, dan saat ini akan diperbaiki. adanya kebakaran di tangki tersebut tidak merambat ke tangki-tangki lainnya, karena dlakukan penanganan dengan cepat oleh tim Health Safety Security and Environment (HSSE) RU IV Cilacap.
Ditanya terkait dengan adanya sudara ledakan yang di dengar oleh warga, dia mengaku hal tersebut bisa saja terjadi. Akan tetapi, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan terkait dengan penyebab kejadian.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro menyatakan insiden tersebut tidak mengganggu operasional kilang dan tidak ada korban jiwa. Pertamina juga memastikan pasokan BBM di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya tidak mengalami kendala.