Kebiasaan Pengikut Dimas Kanjeng: Sekali Pulang Lalu Menghilang
Sedih dan pasrah, begitu yang Neneng rasakan setelah suaminya ikut Dimas Kanjeng. Satu kali pulang ke rumah lalu menghilang entah ke mana.
Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Tersiar kabar ada warga Kelurahan Cijerah, Bandung Kulon, menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dukun pengganda uang asal Probolinggo.
Tatang Hartaman (65) disebut-sebut masih berada di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur.
Selama ini Tatang mengontrak sebuah rumah di Jalan Raya Cijerah, Gang Pelita RT 4/4, Kelurahan Cijerah. Tribun Jabar sempat berbincang dengan istrinya, Neneng (45), Minggu (9/10/2016) sore.
Ia mengetahui suaminya berada di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo setelah mendapatkan kabar dari adik iparnya.
"Selama ini saya tidak tahu menahu bapak ada di mana. Setahu saya, bapak pergi sama teman pensiunannya. Tidak tahu ke mana. Soalnya tidak pernah cerita," Neneng mengawali ceritanya.
Neneng terkejut mengetahui kabar suaminya berada di Padepokan Dimas Kanjeng. Tak diketahui pasti alasan suaminya sampai di sana, karena sampai saat ini tak pernah bercerita soal Dimas Kanjeng.
"Bapak pergi sudah dua bulan. Tapi tidak dua bulan pergi begitu saja, sebulan sekali pulang. Perginya juga tidak bawa koper, cuma bawa kantong saja. Tidak tahu isinya apa," kata Neneng.
Ditanya ada harta benda yang dijual untuk membayar mahar kepada Dimas Kanjeng, Neneng tak mengetahuinya. Ia pasrah dan berharap suaminya segera pulang.
"Saya tidak tahu bayar mahar atau tidak, yang penting suami saya pulang selamat ke Kota Bandung. Soalnya bapak sudah lama meninggalkan kami," kata Neneng.