Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tujuh Santri Ponpes Langitan yang Hilang di Bengawan Solo Ditemukan Tak Bernyawa

Tujuh santri yang hilang di Sungai Bengawan Solo sejak Jumat (7/10/2016) akhirnya ditemukan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Tujuh Santri Ponpes Langitan yang Hilang di Bengawan Solo Ditemukan Tak Bernyawa
Surya/Iksan Fauzi
Ratusan santri Ponpes Langitan Tuban memberikan penghormatan terahir di Masjid Baiturrohman kepada tujuh santri yang meninggal saat tenggelam di Sungai Bengawan Solo. 

TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Tujuh santri yang hilang di Sungai Bengawan Solo sejak Jumat (7/10/2016) akhirnya ditemukan.

Terakhir, Minggu (9/10/2016) sekitar pukul 03.11, tim pencarian menemukan jasad M Arif Mabrury (18) dari Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.

"Seluruh jenazah sudah ditemukan dan sudah diketahui identitasnya," ujar Joko Ludiyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban sekaligus juru bicara Tim Pencarian.

Penemuan jasad tujuh santri sebagai berikut:
1. Jasad pertama ditemukan pada pukul 15.15 lokasinya di sisi kiri jembatan Widang jarak 1,5 km.
2. jenazah kedua ditemukan pukul 15.50 ditemukan di sisi kanan jembatan Widang jarak 300 meter.
3. Jenazah ketiga ditemukan pukul 15.55 ditemukan di sisi kanan jembatan Widang jarak 300 meter.
4. Jenazah keempat ditemukan pukul 17.52 ditemukan di sisi kanan jembatan Widang jarak 300 meter.
5. Jenazah kelima ditemukan pukul 18.30 ditemukan di sisi kanan jembatan Widang jarak 10 meter.
6. Jenazah keenam ditemukan pukul 19.05 ditemukan tepat di bawa jembatan Widang
7. Jenazah ketujuh ditemukan warga sekitar perahu terbalik tepat pukul 03.11.

Nama-nama santri yang jadi korban perahu terbalik adalah M Afiq Fadli (19th) asal Brebes, Moh Barikly Amri(12th) asal Gersik, Rizky Nur Habib (15th) Sumatra, Abdul Umar (12th) asal Gresik, Lujaini Dani (13th) asal Lamongan, Muhsin (16) asal Surabaya, dan M Arif Mabrury (18) asal Bojonegoro.

Sejak dinyatakan hilang, tim pencarian mulai beroperasi sejak Jumat (7/10/2016) sekitar pukul 13.00.

Personel tim tersebut berasal dari Basarnas, BPBD Tuban, BPBD Gresik, BPBD Lamongan, BPBD Bojonegoro, PMI Lamongan, Polres Tuban, MDMC Lamongan, Koramil Widang, Polair Lamongan, Mahipal PGRI Ronggolawe, Sarsu, Tagana Tuban dan Cagar.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada juga tim dari Kodim Tuban, Kodim Lamongan, PMI Tuban, DVI Polda Jatim, Perang Kecamatan Widang, Rapi Gresik, Ponpes Langitan, PKM Widang, Brimob Malang, Brimob Madiun, Polair Polda Jatim, MDMC Gresik, Senkom Mitra Polri, Satlakpb (Linmas) Surabaya dan Semen Gresik.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas