"Kenapa Bisa Masuk Puluhan Parang di Tangan Narapidana?"
Komisi III DPR RI menyoroti langkah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali yang kecolongan karena masuknya barang terlarang ke lapas.
Penulis:
I Made Ardhiangga
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyentil Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali karena banyak temuan di dalam lapas.
Bamsoet mempertanyakan sistem deteksi masuknya barang ke dalam lapas karena sampai saat ini masih ditemukan senjata tajam, senjata api, narkoba dan telepon seluler yang dimiliki para narapidana.
"Di lapas itu berapa pintu masuknya? Jika satu saja, kenapa bisa masuk puluhan parang, senjata api dan handphone yang digunakan para napi?" tanya Bambang, Senin (10/10/2016).
"Bagaimana deteksi yang begitu ketat bisa kemasukan (barang-barang ini). Ini kan aneh. Seperti kata Pak Kapolda setiap razia banyak sekali yang didapat," ia menambahkan.
Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto mengaku saban merazia barang-barang narapidana, anggotanya selalu mendapat senjata tajam dan beberapa barang terlarang.
"Untuk melakukan razia atau sidak, kami mendapatkan puluhan parang, handphone. Beberapa narkoba juga pernah didapatkan," kata Sugeng.
Anggota Komisi III berkunjung ke Polda Bali untuk mengumpulkan informasi tentang bahaya narkoba di Bali. Komisi Hukum DPR RI juga mendatangi Kejaksaan Tinggi, Kanwil Kemenkumham dan BNN Bali.
Baca tanpa iklan