Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengakuan PRT Disiram Air Panas oleh Majikan Bikin Polisi Bingung

Polisi terus mengembangkan pengakuan Winarsih (24), warga Bojonegoro yang melaporkan disiram air panas oleh majikannya.

Pengakuan PRT Disiram Air Panas oleh Majikan Bikin Polisi Bingung
kelownanow.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polisi terus mengembangkan pengakuan Winarsih (24), warga Bojonegoro yang melaporkan disiram air panas oleh Kmw (bukan NA seperti diberitakan sebelumnya) asal Banyuurip, Surabaya, Senin (10/10/2016).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dan kronologi kejadian tersebut.

Penyidikan kasus Winarsih yang merupakan pekerja toko di tempat Kmw itu ditangani Polsek Sawahan Surabaya.

Dalam penyidikan, kata Shinto, polisi sudah memeriksa Winarsih dan Kmw.

Penyidik menemukan fakta, ternyata keterangan yang diberikan Winarsih berubah-ubah.

"Saat pertama melapor, Winarsih mengaku menagih bayaran sebagai pegawai toko (milik Kmw) selama satu tahun yang belum dibayar. Ternyata pemeriksaan ke Kmw, bayaran sudah diberikan setiap bulan," kata Shinto usai reka ulang kasus pembunuhan, Selasa (11/10/2016).

Keterangan Kmw, kata Shinto, diperkuat dengan keterangan dari enam saksi yang merupakan pegawai toko milik Kmw.

Para pegawai toko juga menyebutkan Winarsih sudah dikeluarkan sejak Juli 2016 lantaran kerap mencuri uang di toko.

"Winarsih selama bekerja di toko, juga kerap cash bon dan diberi majikannya. Keterangan ini kan berbeda yang dilaporkan Winarsih," ucap Shinto.

Lantaran keterangan Winarsih berubah-ubah, polisi bingung dan rencananya penyidik akan melakukan uji psikiatri terhadap korban di RS Bhayangkara Surabaya.

"Ini untuk mengetahui kejiwaan korban," kata Shinto.

Kecuali itu, tim penyidik juga bakal menghentikan sementara penanganan kejadian ini. Karena keterangan dari Winarsih tidak konsisten dan berubah-ubah.

Diberitakan sebelumnya, Winarsih jadi korban penyiraman air panas yang disinyalir dilakukan majikannya, Senin (10/112016) lalu.

Winarsih disiram pakai air panas, lantaran menagih bayaran sebagai pegawai Kmh selama satu tahun yang belum dibayar.

Akibat disiram air panas, Winarsih mengalami luka melepuh di punggung, kaki kanan dan kiri.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas