Digerebek Imigrasi Medan, Prime One School Kerahkan Petugas Keamanan
Pihak Prime One School reaksioner melihat petugas Imigrasi Klas IA Medan bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Medan merazia guru-guru asing di sana.
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pihak Prime One School reaksioner melihat petugas Imigrasi Klas IA Medan bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Medan merazia warga negara asing yang menjadi guru di sana.
Seorang guru POS yang belakangan diketahui bernama Leni sempat berdebat dengan petugas. Ia begitu ngotot meminta petugas tak membawa serta wartawan yang ikut meliput.
"Jangan masuklah pak. Ini sudah prosedur tetap kami. Enggak bisa masuk," Leni memohon sungguh-sungguh kepada petugas untuk tak menyertakan wartawan, Kamis (20/10/2016).
Tim Imigrasi Klas I A Medan melakukan razia WNA di Prime One School Jl AH Nasution/Jl Tritura Medan. Namun, pihak sekolah belum bersedia memberi izin tim gabungan mengecek para guru asing di sekolahnya, Kamis (20/10/2016). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Petugas Imigrasi dan Disnaker Kota Medan menjelaskan kepada Leni, wartawan hadir untuk turut memantau jalannya razia. Kali ini Leni bersikeras meminta wartawan tak dilibatkan mengambil gambar di dalam areal sekolah karena siswa sedang istirahat.
"Tetap tidak bisa pak. Hanya dua orang sajalah dari Imigrasi," pinta Leni kemudian buru-buru masuk ke dalam sekolah.
Sejumlah tim gabungan yang merazia menduga ada hal ditutup-tutupi pihak sekolah. Sehingga pihak POS tidak mengizinkan wartawan masuk ke dalam.
Enggan kecolongan, POS mengerahkan petugas keamanan untuk menghalau wartawan masuk ke dalam sekolah yang berada di Jalan AH Nasution atau Jalan Tritura, Medan Amplas. Sekolah ini terdiri dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA.
Seorang petugas keamanan bertubuh tegap yang berjaga di ruang lobi SMA Prime One School meminta wartawan menunggu di parkiran.
"Silakan ke parkiran saja pak. Kalau tidak ada janji, tidak boleh masuk. Ini sudah perintah," kata Dian petugas keamanan.
Seorang wartawan berdialog dengan petugas keamanan Prime One School, Kota Medan, Kamis (20/10/2016). Petugas Imigrasi Klas IA Medan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Medan merazia guru asing POS yang diduga menyalahi izin tinggal di Kota Medan. TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Sejumlah wartawan tetap bertahan. Mereka meminta keluangan waktu pihak sekolah untuk melakukan wawancara bertalian dengan razia petugas yang mencari warga negara asing tanpa dokumen resmi.
Di tengah perdebatan cukup emosional itu, wanita berbaju merah mendekat dan memerintahkan petugas keamanan menggiring para wartawan ke parkiran.
"Tolong pak, kalau tidak ada janji tidak bisa masuk ke sini. Pokoknya tidak bisa ya," kata perempuan tadi sambil menutup pintu ruang lobi.
Imigrasi Klas I A Medan bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Medan merazia warga negara asing yang telah menyalahi izin tinggal di Kota Medan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.