Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KA Malabar Tabrak Truk Tronton di Sragen, Perjalanan 13 Kereta Api Terhambat

Setidaknya ada 13 perjalanan kereta api (KA) yang terhambat akibat kecelakaan KA Malabar jurusan Malang-Bandung dengan truk pengangkut ekskavator

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in KA Malabar Tabrak Truk Tronton di Sragen, Perjalanan 13 Kereta Api Terhambat
Facebook
Kecelakaan terjadi di Sragen. Kereta api menabrak truk pengangkut alat berat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2016) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, SRAGEN - Setidaknya ada 13 perjalanan kereta api (KA) yang terhambat akibat kecelakaan KA Malabar jurusan Malang-Bandung dengan truk pengangkut ekskavator, Sabtu (29/10/2016) malam, di Sragen.

Dari arah timur yakni KA Mutiara Selatan, Bangun Karta, Matarmaja, Krakatau, kereta barang, dan Malabar.

Sedangkan dari barat yakni Malioboro Ekspres, Bima, Krakatau, Gajayana, Mutiara Selatan, Turangga, dan kereta barang.

"Jalur tersebut masih single track, jadi perjalanan tidak bisa dialihkan," kata Humas PT KAI Daop VI, Eko Budiyanto di Stasiun Solo Purwosari, Minggu (30/10/2016).

Adapun kecelakaan terjadi di Desa Grompol, Masaran, Sragen, Jateng, Sabtu(29/10/2016),  pukul 22.20 WIB.

Sebuah truk pengangkut ekskavator mogok di tengah perlintasan kereta.

KA Malabar dari arah timur kemudian menabrak kepala truk hingga bagian lokomotif kereta anjlok dari rel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rata-rata terlambat antara 4-8 jam, paling lama yang Malabar itu, karena harus menunggu evakuasi sampai jam 06.00 WIB," lanjutnya.

Karena adanya kerusakan di beberapa bagian, kereta tersebut harus dipulihkan dalam waktu sekitar dua hari.

Eko menaksir kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut mencapai miliaran rupiah.

PT KAI juga berencana akan menggugat pihak perusahaan truk untuk meminta ganti rugi.  (*/tribun solo)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas