Tribun

Perpat Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak Jika Tidak Ditanggapi BP Batam

Perpat meminta pemerintah pusat mengevaluasi kinerja BP Batam karena sangat mengganggu kemajuan kota Batam

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Eko Sutriyanto
Perpat Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak Jika Tidak Ditanggapi BP Batam
Tribun Batam/Eko Setiawan
Pendiri Perastuan Warga Tempatan (Perpat) Kepri Saparudin Muda mengatakan, permasalahan ini sangat merugikan warga tempatan ataupun pendatang yang hendak mencari peruntungan di kota Batam. 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Isu Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) di Batam memang banyak memusingkan beberapa kalangan.

Bahkan, permasalahan ini menjadi perbincangan pengusaha hingga masyarakat kecil.

Pendiri Persatuan Warga Tempatan (Perpat) Kepri Saparudin Muda mengatakan, permasalahan ini sangat merugikan warga tempatan ataupun pendatang yang hendak mencari peruntungan di kota Batam.

"Makanya kami Dari awal tidak ada keinginan membayar UWTO dan menolak keras kenaikan UWTO. Karena ini sangat mengganggu investasi di Batam," terang Sapar, Rabu (9/11/2016) siang.

Perpat meminta pemerintah pusat mengevaluasi kinerja BP Batam karena sangat mengganggu kemajuan kota Batam.

"Demo kemarin masih pemanasan dan awal, karena masih fokus persiapan Harlah Perpat 20 November mendatang. Kita akan konsentrasi lagi setelah acara ini," katanya.

Pada demo sebelumnya, Perpat Batam sudah memberikan permintaan kepada BP Batam.

Perpat menginginkan permintaan tersebut bisa segera ditindak lanjuti oleh pihak BP Batam.

"Kalau tidak cepat dibahas, bukan Perpat saja yang akan turun. Beberapa LSM dan aliansi juga sudah sepakat. Intinya, kita tidak mau ada UWTO di Batam," tambahnya.

Terakhir ia mengatakan selama ini seolah-olah warga tempatan merasa terusir dari secara perlahan.

"Di sini banyak kampung tua. Jika permintaan kami tidak urung dilakukan, kami akan turun lagi dengan lebih banyak masa," tukasnya. (Koe)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas