Tribun

Sudah Dianggarkan Rp 28 Miliar 2 Tahun Lalu, Pembelian Kapal Angkut Kepulauan Sumenep Tak Jelas

Lama kami menunggu rencana pembelian kapal yang dijanjikan pemerintah pada saat itu. Dua tahun ini kami menantikan kapan angkutan antar pulau

Editor: Sugiyarto
zoom-in Sudah Dianggarkan Rp 28 Miliar 2 Tahun Lalu, Pembelian Kapal Angkut Kepulauan Sumenep Tak Jelas
Tribun Kalteng/Faturahman
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP – Rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membeli atau membuat kapal besar yang akan digunakan bagi pelayaran antar pulau di Kabupaten Sumenep pada tahum 2014 lalu, ternyata hingga akhir tahun 2016 ini belum juga terealisir.

Padahal anggaran pembelian atau pembuatan kapal sesuai dengan Perda ABPD Sumenep tahun 2014 senilai Rp 28 miliar.

Para tokoh masyarakat kepulauan sangat menyayangkan ketidak jelasan program tersebut.

"Lama kami menunggu rencana pembelian kapal yang dijanjikan pemerintah pada saat itu. Dua tahun ini kami menantikan kapan angkutan antar pulau diwujudkan ?," kata Abdurrahman, tokoh masyarakat Pulau Sepudi, Sumenep, Rabu (9/11/2016).

Pihaknya khawatir, rencana pembelian kapal angkutan antar pulau hanya sebagai pemanis janji kandidat calon bupati dan wakil bupati.

Karena pada saat penganggaran pembelian kapal pada tahun 2014 lalu bersamaan dengan tahun politik yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

"Kalau itu benar hanya untuk kepentingan kampanye dengan mengiming-imingi warga kepulauan dengan pura-pura merencanakan pembelian kapal."

"Maka kami atas nama warga kepulauan tidak terima dan akan menggugat rencana pembelian kapal tersebut," tegas Abdurrahman kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ahmad Muhlis, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep, menjelaskan bahwa pada tahun 2014 lalu, telah menganggarkan sebesar Rp 28 Miliar untuk pembelian atau pembuatan kapal.

Dana tersebut merupakan dana sharing antara Pemkab Sumenep dan Pemprov Jatim.

"Dulu gagal karena terkendala aturan bahwa sistem multy years harus dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS)," jelasnya.

Untuk merealisasikan itu, maka pada tahun 2016, Pemkab Sumenep kembali mengalokasikan tambahan dana dalam APBD tahun 2017.

Pemkab berjanji akan menambah pengadaan kapal di tahun 2017, tetapi walaupun demikian masih akan dilakukan pengkajian design atau bentuk kapal yang direncanakan tahan ombak besar.

"Sebagai wakil rakyat asal kepulauan, kami tentu berharap rencana tersebut segera terwujud dan Pemkab Sumenep harus memenuhi kebutuhan primer warga kepulauan yakni kapal angkutan antar pulau yang selama ini sangat terbatas," tegas Muhlis kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas